Lebih Baik Bubarkan Kementerian Agama Daripada Bubarkan MUI

LEBIH BAIK BUBARKAN KEMENTERIAN AGAMA DARIPADA MEMBUBARKAN MUI!

Saya bukan tanpa alasan menyampaikan judul tulisan pagi ini. 

Sebagai Muslim, saya jauh lebih percaya dengan MUI daripada Kementerian Agama Republik Indonesia.

Contoh kecil saja. Misalnya label halal sebuah produk. Saya lebih percaya kehalalan sebuah produk berstempel logo MUI ketimbang (andai kedepan ada) berstempel Kementerian Agama RI.

Saya juga meyakini, MUI adalah Lembaga yang jauh lebih bermanfaat ketimbang Kementerian Agama Republik Indonesia. Khususnya untuk kepentingan Umat Islam di Indonesia.

Kementerian Agama adalah Lembaga Pemerintah yang mengurus kepentingan Umat Beragama di Indonesia. Tapi lebih sering menjadi semacam Corong Politik dari Pemerintah yang terkadang malah menindas (pikiran) Umat Beragama.

Ditangan Menteri-menteri Agama yang bahlul. Kementerian Agama menjadi semacam stempel untuk mengesahkan kemauan Pemerintah. Bukannya melindungi syariat beragama, malah menjadi sponsor untuk mereduksi peran Agama di masyarakat. Khususnya Umat Islam!

Saya berbicara kondisi Kementerian Agama sekarang. Baru dijaman sekarang saya melihat seorang Menteri Agama yang mempermasalahkan azan. Atau Menteri Agama yang merasa Lembaga Pemerintah khusus buat Ormasnya.

Berkali-kali statement blunder dari Kementerian Agama diluruskan oleh MUI.

Jadi daripada kita memiliki Kementerian Agama yang tidak sejalan dengan Ulama, menurut saya lebih baik Kementerian Agama dibubarkan saja. Atau biarlah jadi Kementerian Agama minus Umat Islam.

Biarlah masalah Haji, Zakat, Infaq, Shodaqoh, Pendidikan Pesantren dan semua yang berhubungan dengan Islam di urus oleh MUI secara independen. 

Dengan Dana Haji yang melimpah. Dana Zakat yang jumlahnya bisa ribuan triliun. Saya yakin Umat Islam lewat MUI bisa kedepan malah jadi lembaga yang memberikan piutang kepada Negara-negara tukang Ngutang. Termasuk Indonesia. Agar Pemerintah tahu, bukan cuma para Pemodal Cukong atau Negara-negara Cukong yang rata-rata anti Islam yang bisa membantu memberikan hutang.

Mosok hanya gara-gara selalu berharap dapat pinjaman, Umat Islam bolak-balik dikerdilkan dengan segala macam isu terorisme dan aksi kekerasan yang justru bertentangan dengan dasar Islam?

Kalau semua Dana Umat diurus oleh MUI, kedepan MUI juga bisa secara profesional membeli izin dan kemudian mengelola secara syariah tambang-tambang di negeri ini. Negeri kita akan untung besar. Pertama akan memakai Tenaga Kerja anak bangsa sendiri. Kedua, uangnya juga akan tetap beredar atau parkir didalam Negeri.

Jadi umat Islam harus memiliki wadah tersendiri yang bisa jadi penyeimbang melawan Kekuatan Cukong yang secara tidak langsung sejak awal kemerdekaan sudah menggenggam kekuasaan di Negeri ini.

Saya jauh lebih percaya wadah itu dari MUI ketimbang Lembaga milik Pemerintah yang ujung-ujungnya pasti cuma jadi kepanjangan tangan Pemerintah juga. Kalau Pemerintah dikendalikan Pemodal, ya tentu saja Kementerian Agama berjalan sesuai kehendak para Pemodal atau Cukong yang kita tahu siapa. 

Mohon maaf. Kalau sudah masalah syariat. Misalnya jadwal berbuka puasa yang dikeluarlan oleh Kementerian Agama, tanpa tanda tangan pengurus MUI, akan saya buang ketempat Sampah.

Jadi saya menganggap MUI jauh lebih penting dan jauh lebih bermanfaat ketimbang Kementerian Agama. Bahkan ketimbang Pemerintah. Jadi lebih baik bubarkan Kementerian Agama daripada meributkan dan meminta membubarkan MUI!

(Azwar Siregar)