Kisruh Sirkuit Mandalika: Oknum Pejabat BUMN Minta Prioritas Clear Area, Tamu Diusir

[PORTAL-ISLAM.ID]  Indonesia berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan balap internasional WSBK 2021.

Aktivitas para tim dan pembalap sudah dimulai sejak minggu lalu yang dilangsungkan di sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Saat balapan berlangsung ada satu kejadian yang membuat tamu VIP terganggu oleh oknum BUMN.

Dalam kejadian tersebut, panitia hospitality WSBK Mandalika meminta clear are karena adanya oknum BUMN yang hadir.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Tedy Suryadi yang merupakan salah satu tamu VIP dari Dorna Sport.

Dengan kehadiran pejabat BUMN tersebut, tamu VIP paddock lainnya dipaksa meninggalkan area yang semestinya sudah menjadi hak mereka.

"Panitia hospitality Mandalika Street Sirkuit harus sering belajar ke Sepang (sirkuit Malaysia) dan Motegi (sirkuit Jepang) bagaimana membuat zoning untuk tamu VIP yang memiliki paddock access, jangan karena ada oknum BUMN yang merasa mensponsori event ini dan mereka datang ke Mandalika GRATIS, alias tidak bayar pake uang pribadi alias uang perjalanan dinas alias uang rakyat meminta "clear area" dengan mengusir tamu-tamu VIP lainnya yang diundang oleh Team Racing kelas dunia atau undangan dari Pembalap WSBK atau supplier WSBK karena hal. Itu sangat memalukan alias norak, besok kalo BUMN bangkrut atau kalian pensiun masih bisa kah melakukan itu? atau kalo besok kalian ke Sepang atau Motegi bisakah ngaku-ngaku BUMN Indonesia mendapatkan VIP privilege? So who are, You??? You are just worker Man, don't be stupid at your own country," dikutip mediajabodetabek.com dari akun instagram Tedy.

Mediajabodetabek.com mengkonfirmasi atas peristiwa tersebut langsung ke Tedy Suryadi perihal kronologi peristiwa pengusiran tamu VIP paddock access oleh oknum pejabat BUMN.

Tedi mengatakan, pengunjung WSBK Mandalika ada yang memiliki akses VIP yang diberikan oleh Dorna Sport.

"Pengunjung WSBK Mandalika ada beberapa yang memiliki akses khusus ke paddock sebagai VIP undangan team racing WSBK atau relasi Pembalapnya, yang mana paddock akses tersebut dikeluarkan oleh Dorna sebagai Penyelenggara WSBK," jelas Tedy saat dikonfirmasi Mediajabodetabek.com.

Tedy menambahkan, tidak semua orang bisa mendapatkan akses VIP paddock, butuh proses untuk bisa mendapatkan akses VIP.

"Proses mendapatkan akses paddock tersebut tidak mudah, kami harus mengajukan permohonan ke team racing WSBK atau ke Dorna langsung sebagai media baru setelah disetujui kami menerima email dan harus melakukan registrasi via aplikasi WSBK Pit In," ujar Tedy melanjutkan.

Tedy menjelaskan, kekisruhan tidak hanya terjadi dalam VIP area, tapi sudah mulai sejak di luar sirkuit tepatnya akses menuju sirkuit.(Media)