Rocky Gerung: Kapan Sentul City Beli Garapan Saya? Bangsatnya kan di Situ

[PORTAL-ISLAM.ID]  Rocky Gerung menyebut PT Sentul City Tbk berikap arogan dalam sengketa lahan di Desa Bojongkoneng, yang menjadi kediamannya selama ini.

Itu bermula saat politisi Partai Gerindra Fadli Zon menanyai Rocky Gerung kronologis awal mula sengketa lahan dengan Sentul City.

Rocky Gerung sendiri mengklaim telah membeli lahan tersebut dari penguasa lahan sebelumnya pada 2009 silam.

Ia menceritakan, pada akhir Juli 2021, ada surat yang disisipkan di pagar depan.

“Saya lihat, loh, ini kok somasi?” kata Rocky dalam video yang diunggah Fadli Zon di akun Youtube-nya, dikutip PojokSatu.id, Minggu (19/9/2021).

Dalam surat itu, kata Rocky, ia diminta membongkar rumahnya dan segera angkat kaki. Jika tidak maka akan dikerahkan Satpol PP.

“Lalu gua langsung, ini kurang ajar ini orang, nih,” kata Rocky.

Rocky menganggap bahwa langkah yang dilakukan PT Sentul City Tbk itu sebagai bentuk arogansi.

“Kok naruh aja (surat di pintu). Sopan-sopanlah masuk (ke rumah), ajak ngobrol, atau ke kantor,” ujarnya.

Ia menilai, Sentul City ingin menunjukkan bahwa mereka mampu menggusur dan memiliki keyakinan tinggi.

Karena itu, ia memutuskan untuk melawan yang dilanjutkan dengan proses hukum.

Ia mengakui bahwa lahan yang menjadi kediamannya itu adalah lahan garapan.

“Kalau Sentul bilang dia punya hak di atas (lahan) saya, kapan dia beli (lahan) garapan saya?” katanya.

“Itu, bangsatnya kan di situ,” ucap Rocky.

Rocky juga mengklaim bahwa dirinya adalah penggarap lahan tersebut.

Sampai saat ini, Rocky mengaku sudah mendapatkan lebih dari 200 pengaduan dari masyarakat yang mengalami kasus sama seperti dirinya.

“Bukan cuma di Jawa Barat. Ada juga Sumatera Utara, Menado, Sulawesi Utara. Macam-macam tempat, dengan pola yang sama,” kata dia.

Dengan terungkapnya kasusnya ke publik, disebutnya menjadi momentum untuk mempersoalkan kembali hak paling dasar rakyat, yaitu tanah.

Rocky lantas menyinggung program sertifikasi tanah yang dilakukan Presiden Jokowi.

“Bagi-bati sertifikat itu semestinya pada penguasa pertama, yang gak punya tanah, rakyat,” kata dia.

Selain dirinya, Rocky menyebut ada ratusan kepala keluarga yang terancam.

“Karena sertifikatnya diklaim oleh Sentul City. Kita harus anggap itu adalah permainan bodong,” tandasnya.[pojoksatu]
Baca juga :