Tulisan Seorang Purn TNI AD tentang Kekhawatiran Dominasi China di Indonesia

DESA MENGEPUNG KOTA, KOTA MENGEPUNG IBU KOTA!

Oleh: Sugengwaras (Purn TNI AD)

Meskipun aku bukan apa apa dan bukan siapa siapa, sebagai WNI, aku berhak mengingatkan pemerintah, dalam hal ini BIN (Badan Inteljen Negara), barangkali kita beda pendapat, tapi anggap sebagai pengayaan pandangan untuk sumbang pikir dalam mencintai dan menyelamatkan negeri ini.

Tidak salah BIN tak pernah bersuara, tapi aku menyesal ketika kalian ikut rame rame bervaksin, lantas bagaimana dengan tugas pokokmu, karena yang saya rasakan di era Jokowi, lebih menonjol atas kebohongan, kegaduhan dan terpecahnya bangsa. 

Salahkah penglihatanmu? Kurang dengarkah telingamu?

Apa dan kemana pikiranmu?

Saya khawatir, semua tugas bisa kau laksanakan kecuali tugas pokokmu!

Lihat dan camkan kota Tangerang disebelah barat Jakarta, kota Bogor disebelah selatan Jakarta dan kota Bekasi disebelah timur Jakarta.

Ketiga kota itulah kota kota penyangga Jakarta ibu kota negara kita.

Di Tangerang, terutama di Pantai Indah Kapuk (PIK), dengan dihalau dan dilarangnya pembentangan bendera merah putih sepanjang 21 meter dijembatan dengan alasan mencegah kerumunan (program PPKM), menarik perhatian saya PIK lebih layak anonim dari Perumahan Inti Komunis.

Di Bogor, begitu antusiasnya wali kota Bogor Bima Arya terhadap HRS, ada apa? Mengapa?

Mungkinkah Bima Arya ada kedekatan dengan Cina? Kemudian Bogor akan dijadikan sarang pergerakan Cina?

Di Bekasi, pada dekat perbatasan Jakarta - Bekasi, begitu padatnya pembangunan menara menara dan instalasi / stasiun K A cepat Jakarta - Bandung, saya berprediksi menara / apartemen itu akan dijual dengan harga mahal yang tidak terjangkau oleh rakyat pribumi dan akan ditempati / dikuasai Cina.

Maka.., lengkaplah barat, selatan dan timur jakarta telah dikuasai dan dikepung Cina, sedangkan sebelah Utara Jakarta Tangerang terbentang lautan luas yang nyaman bagi Cina

Dalam operasi strategi militer, jika kita kembangkan lebih jauh, maka Konawe, Morowali, Sulawesi Barat, bisa dijadikan POSKOUT (Pos Komando Utama) Cina, karena jauh dari keramaian dan pengawasan, Pantai Indah Kapuk bisa dijadikan POSKOTIS (Pos Komando Taktis) nya karena dekat dengan target, pusat pemerintahan, sedangkan kota Bogor, Tangerang dan Bekasi sebagai alternatif / cadangan dalam rangka pergerakanya.

Sebenarnya tidak ada yang hebat dari mereka, yang lebih hebat adalah para pengkianat bangsa yang link up dan konpirasi dengan mereka.

Meskipun hingga saat ini kinerja BIN belum dirasakan rakyat, namun saya yakin tidak ada orang orang BIN yang konspirasi dengan Cina, karena bicara Cina tidak terlepas dengan infiltrasi, invasi, narkoba, perjudian, perdagangan manusia dan lain lain.

Wajar rakyat berharap BIN bekerja secara profesional, bukan sekedar asal rezim Jokowi senang, tapi untuk kepentingan agama, bangsa dan negara.

Bolehkah warga negara bertanya, dimana mana terpasang gambar / photo  kekompakan dan kebersamaan TNI POLRI  tapi kenapa POLRI dibawah kendali langsung Presiden, sedangkan TNI hanya pada MENHAN.

Mengapa BIN tidak ada greget terhadap masuknya Cina ke Indonesia, yakinkah tidak ada yang illegal cara masuknya?

Dengan telah dilaporkanya oleh Jendral Gatot Nurmantyo sewaktu menjabat Panglima TNI, terkait masuknya 5000 pucuk senjata, bagaimana tindak lanjut BIN?

Jika benar dimana keberadaan 5000 pucuk senjata itu, dan bagaimana pertanggung jawabanya?

Tolong, waspadai para pejabat dan wilayah kota kota penyangga Jakarta (Tangerang, Bogor, Bekasi) dan Konawe, Morowali Sulbar, agar lebih peka dan peduli terhadap ancaman nyata.

Ini hanya pemikiran dan prediksi salah satu WNI, yang mungkin bisa salah, yang masih mencintai NKRI umumnya dan BIN khususnya.

WASPADA...!!!

Bandung, 19 Agustus 2021
Baca juga :