Naniek S Deyang: Pak Jokowi, saat ini di daerah-daerah/desa-desa ekonomi benar-benar mati suri

Kepada Yth  Bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo 

Bersama ini saya ingin menyampaikan apa yang saya lihat di daerah. Bapak Presiden saat ini di daerah atau di desa ekonomi benar-benar mandeg (berhenti) alias mati suri Pak Presiden.

Mengapa bisa begitu? Karena mulai hulu (produk petani) tidak terserap pasar. Selain itu orang2 yg di PHK yg tadinya punya uang sedikit, sekarang benar-benar sudah habis duitnya.

Saran saya Pak Presiden:

1. Tolong aktivitas Kampus dan sekolah utk anak-anak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dibuka bertahap (misalnya seminggu tiga kali masuk). Mereka ini anak-anak Remaja dan Dewasa yg sudah ngerti aturan Prokes. Yg penting Dosen dan para Guru2 keras pada anak2 mengawasi mereka menjalankan Prokes. 

Nah dg dimulai aktivitas sekolah Menengah sampai Kampus, maka akan hidup lagi kantin,  warung2 di sekitar sekolah dan kampus, baik warung makan, warung foto copy dan alat tulis, bengkel motor, jajanan kaki lima, dll. Termasuk tempat kost-kost-an juga akan hidup.

2. Buka kawasan wisata alam atau wisata yg terbuka, agar perekonomian di seputar lokasi  wisata juga mulai hidup, nanti begitu kawasan di seputar wisata hidup, makan akan seperti gelombang akan banyak menghidupkan berbagai sektor.

3. Uji coba WFO. Dengan orang2 masuk kantor lagi, maka seperi halnya sekolah, kantin dan warung2 akan hidup.

4. Biarkan restoran2 besar tetap buka sampai pukul 22.00, biar uangnya orang kaya menetes dan merembet ke bawah, karena restoran yg dibolehkan buka nanti akan bisa merekrut lagi karyawan, dan akan banyak belanja di pasar2 tradisional. Hanya saja syaratkan, utk boleh buka normal semua karyawannya harus divaksin.

5. Izinkan sektor2 jasa seperti tempat refleksi, salon, tukang cukur dll tetap buka dengan syarat para karyawannya sudah divaksin. Ini juga membuat konsumen merasa "aman".

Coba tahap pertama itu dulu Pak Jokowi, nanti dua Minggu-satu bulan di evaluasi. Bila ternyata semua aman, dan ekonomi mulai bergerak, maka lanjutkan:

1. Yasinan dan pengajian dibolehkan dg Prokes ketat, atau utk mereka yg sudah vaksin.

2. Mantu, Sunatan, dan Slametan juga dibolehkan dg syarat Prokes dan vaksin. 

Semoga dg kebijakan yg tdk hanya mengerem tapi juga membuka berbagai usaha yg berpotensi menumbuhkan ekonomi dan lapangan kerja, dg prokes dan pengawasn serta vaksin, Isnyallah semua akan sehat Pak Presiden.

Namun karena menurut saya vaksin menjadi bagian sangat penting agar berbagai usaha bisa dibuka, maka tolong DISTRIBUSI vaksin dipercapat Pak Presiden. Ini di Jawa Timur masih banyak orang yg ingin divaksin belum dapat vaksin, dan yg sdh vaksin pertama gak dapat yg kedua (padahal waktunya sdh lewat satu bulan).

(Naniek S Deyang)

\