Bu Mega... Sumbar Dari Dulu Tidak Pernah Berubah, Tetap Kokoh Memegang Prinsip “Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah”

[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut Sumatera Barat telah berbeda dari yang ia kenal dulu.

Mega pernah mempertanyakan kegelisahannya ini kepada Ahmad Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kelahiran Sumatera Barat.

"Di BPIP saya sebagai Ketua Dewan Pengarah, itu ada Buya Syafii, saya suka bertanya sama beliau, mengapa Sumatera Barat yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda?" kata Mega dalam Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021).

Selain itu, Mega juga merasa heran saat dirinya dan puterinya, Puan Maharani pernah menjadi sasaran bully-an. 

Pada momen Pilkada Serentak 2020, Puan Maharani menuai kritik karena pernyataannya yang dianggap menyinggung Sumatera Barat. Saat itu Puan mengatakan harapannya agar Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila.

Sumbar Tidak Pernah Berubah

Pernyataan Megawati ini ditanggapi Tokoh Sumbar, Fadli Zon. 

"Urang Minang (Sumatera Barat) dengan adat istiadatnya “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” tak pernah berubah," kata Fadli Zon yang merupakan Ketua Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) ini melalui akun twitternya, Jumat (13/8/2021).

Justru yang berubah dan berbeda itu adalah sikap pemerintah pusat terhadap Sumbar.

"Yang sudah beda justru sikap beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar karena kurang paham sejarah dan budaya Minang yang demokratis dan antifeodalisme," tegas Fadli Zon.