Awalnya Ketakutan Bakal Dihukum Taliban, Rangina Hamidi (Wanita Mantan Menteri Pendidikan Afghanistan) Malah Dimuliakan Oleh Taliban

[PORTAL-ISLAM.ID] KABUL - Mantan Menteri Pendidikan Afghanistan rezim Ashraf Ghani, Rangina Hamidi, awalnya merasa ketakutan dan cemas akan nasib buruk yang bakal diterimanya setelah Taliban berhasil menguasai kembali Afghanistan dan Ibu Kota.

"Saya mungkin menghadapi konsekuensi yang tidak pernah saya impikan. Saya kira, itulah harga yang harus kita bayar untuk mencoba membuat dunia ini sedikit lebih baik (lewat pengabdiannya menjadi mendikbud -red)," kata mantan Menteri Pendidikan Afghanistan Rangina Hamidi sambil berharap keselamatannya saat Taliban menguasai negara itu pada Minggu (15/8/2021).

Berbicara kepada BBC World (16/8/2012), dia berbagi ketakutannya ketika Afghanistan kembali dikuasai Taliban setelah dua dekade intervensi AS.

"(Saya memiliki) ketakutan yang dimiliki setiap ibu, setiap wanita di Afghanistan - saya terus mengatakan pada diri sendiri untuk berpikir bahwa saya tidak melakukan hal buruk dan mudah-mudahan saya tidak harus membayar harga (menanggung resiko) karena bergabung dengan kabinet pemerintah (Presiden Asraf Ghani). Tapi sekarang (setelah Taliban berkuasa) saya mungkin menghadapi konsekuensi yang bahkan tidak pernah saya impikan dan saya rasa itulah harga untuk mencoba membuat dunia ini sedikit lebih baik, terutama di Afganistan," katanya, seperti dilansir indiatoday.

Di tengah laporan (rumor) tentara Taliban bersenjata yang mengetuk pintu-pintu rumah, Rangina Hamidi mengatakan mereka belum mencapai pintunya. Ia mengaku takut akan keselamatan dirinya dan keluarganya.

"Apa pun mungkin, saya duduk di lorong di rumah kami yang tidak memiliki banyak jendela. Dari segi keselamatan kami, sangat sulit untuk memprediksi apakah kami akan sampai (bisa tetap hidup) di pagi hari," katanya.

Bukan Dihukum, Malah Dimuliakan Oleh Taliban

Ketakutan dan kecemasan Rangina Hamidi kepada Taliban malah tidak terbukti. Justru Taliban memuliakannya.

Dalam foto yang beredar (lihat foto atas), Rangina Hamidi diundang oleh Taliban dan duduk bersama untuk membahas jalannya pendidikan dan kurikulum di Afghanistan.

Sebagaimana janji Taliban saat konpers perdana, bahwa Taliban telah memberikan amnesti (pengampunan) untuk seluruh rakyat dan pejabat, dan mengajak mereka untuk kembali bekerja untuk perbaikan Afghanistan.

Taliban juga berjanji untuk menjunjung tinggi hak-hak perempuan memperoleh pendidikan dan pekerjaan.

Jubir Taliban di akun twitternya @suhailshaheen1 mengunggah video para pelajar perempuan yang sudah kembali ke sekolah.

"Back to School in a New Afghanistan," twit @suhailshaheen1, Senin (23/8/2021).

Banyak fitnah yang menimpa Taliban. Untuk membantahnya cukup dengan bukti nyata.