Salam Akhlak, Pak Erick Thohir

KILAS INFO:

PT Pupuk Indonesia (Persero) kemarin diganjar penghargaan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) Award 2021 oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Role Model Integrasi Roadmap Holding-Anak Perusahaan.

(Bagaimana, saya sudah mirip buzzer pemerintah, belum?)

Hari ini, saya mendapat informasi eksklusif (gak usah Googling, beritanya baru ada di sini), susunan direksi Pupuk Indonesia diubah. 

Direktur Keuangan Eko Taufik Wibowo (diangkat November 2020) digantikan oleh Listiarini Dewajanti (Senior Executive Vice President BRI).

Ada tambahan posisi direksi yaitu Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha. Namanya Jamsaton Nababan (Presiden Direktur PT Pertamina EP Cepu), yang sebelumnya dikabarkan mau pensiun.

Kalau scroll status saya sebelumnya, saya suka menulis tentang kasus PT Rekayasa Industri/Rekind (anak PT Pupuk Indonesia) dan PT Panca Amara Utama/PAU terkait proyek pabrik amonia Banggai. 

Salah satu penyebabnya adalah adanya hapus buku (impairment) proyek sebesar Rp1,735 triliun. Dari jumlah Rp1,735 triliun itu, sebesar Rp1,4 triliun adalah dari proyek pembangunan pabrik amoniak Banggai dengan PT Panca Amara Utama (PAU).

Ekuitas negatif berarti modal negara sudah kemakan. Ada potensi kuat kerugian negara di situ, persis seperti yang disebutkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Atas Pengendalian Biaya dan Manajemen Proyek Tahun 2016, 2017, dan 2018 pada PT Rekayasa Industri No. 15/AUDITAMA VII/PDTT/06/2020 tanggal 10 Juni 2020

Komisaris Utama PAU adalah Garibaldi (Boy) Thohir, kakak Menteri BUMN. Dia juga pemegang saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), induk usaha PAU. 

Pada Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Tahunan 2020, terdapat restatement (penyajian kembali). Laba tahun 2019 sebesar Rp3,7 triliun diubah menjadi Rp2,9 triliun (Ayo, perhatikan bagi yang pegang obligasi PIHC).

Mungkin Direktur Keuangan lama sudah 'menunaikan' tugasnya 'mempercantik' Laporan Keuangan 2020 dan sebulan setelah dirilis (30 Juni 2021) harus dicopot

Ini mirip dengan ketika Dirut Telkomsel Setyanto Hantoro langsung diganti sebulan setelah Telkomsel mencairkan Rp4,5 triliun ke Gojek (investasi tahap 2)---Komisaris Gojek adalah Boy Thohir--- pada Mei 2021.

Kerugian negara adalah satu soal, utak-atik pejabat BUMN adalah soal lain. Goreng terus.

Tinggal kita tunggu berita Rekind diakuisisi Pertamina dalam kondisi ekuitas berdarah begitu karena kasus proyek PAU. Biar Ahok yang menyelesaikan. Kali begitu.

Memang luar biasa strategi bisnis potong ekor cicak klan ini. Di negara ini nyaris sama sekali tidak ada yang berani melakukan penyekatan terhadap yang bersangkutan alias PPKM: Program Pembatasan 'Kegiatan' Menteri (BUMN). Termasuk presidennya.

Mantap! Jadi berakhlak itu artinya manut maunya menteri dan rombongan bisnisnya.

Salam Akhlak.

16/7/2021

(By Agustinus Edy Kristianto)

*fb