Rizal Ramli Minta Jokowi Legowo dan Mundur: Kasihan Rakyat...

[PORTAL-ISLAM.ID]  Tokoh Nasional, Dr. Rizal Ramli meminta Presiden Jokowi agar legowo dan mengundurkan diri demi rakyat Indonesia yang lebih baik.

“Mungkin lebih baik kalau Pak Jokowi legowo ngundurin diri, kasihlah kesempatan yang lebih hebat buat pimpin Indonesia. Kasihan rakyat kita,” ujar Rizal Ramli lewat pesan suaranya, dikutip Jumat (16/7/2021).

Mantan Menko Perekonimian ini mengaku, selain kasihan kepada rakyat yang semakin susah, ekonom senior ini juga akui prihatin ke Presiden Jokowi sendiri yang kerap mendapat ledekan dari masyarakat dan mahasiswa.

“Kasihan juga mas Jokowi, cuman jadi bahan ledekan aja lama-lama,” ujarnya.

Rizal Ramli mengatakan, Jokowi harus mundur untuk menghindar dari konsekwensinya kemarahan rakyat. Dia khawatir, nasib Jokowi seperti Presiden Korea yang dipenjara oleh rakyatnya.

“Itu (mundur) juga menghindari konsekwensinya, karena kalau rakyat marah, ingat di Korea kan, 3 Presiden masuk penjara semua. Kita kan ngga kepengen itu terjadi,” kata Rizal Ramli.

Rizal Ramli melanjutkan bahwa Presiden Jokowi hanya dipandang hebat karena ada buzzer dan influencer yang terus memujinya.

“Udahlah, pak Jokowo hebat karena ada buzzer, influencer yang terus memuji-muji Pak Jokowi. Mengaburkan fakta, menawarkan ilusi dan menghancurkan orang-orang yang berbeda pendapat,” jelas Rizal Ramli.

“Hebatnya cuma di mata buzzer doang. Bukan di mata rakyat Indonesia. Jadi saya mohon maaf, sebaiknya mas Jokowi mundurin dirilah,” pungkasnya. 

Rizal Ramli adalah tokoh level dunia. Di tingkat internasional, Rizal pernah dipercaya sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lainnya. Karena ingin fokus mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia, Rizal pernah menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific (ESCAP) yang ditawarkan PBB pada November 2013.

Oleh sebagian kalangan, Rizal Ramli dijuluki sebagai "Sang Penerobos" karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat (fin).