Prabowo Diusulkan Jadi Komandan Tertinggi Penanganan Covid-19 di Indonesia

Bpk. Presiden JOKOWI, Yth, 

Sebagai Warga Negara, perkenankan kami menyampaikan saran dan usulan. Yaitu, tolong dipertimbangkan untuk menugaskan Bpk. Menhan Prabowo Subianto sebagai pejabat tertinggi dalam penanganan pandemi Covid-19 menggantikan dan atau membawahi semua pejabat yang sudah ada dalam struktur penanganan pandemi Covid-19 saat ini. Atau tepatnya mohon tempatkan Pak Menhan Prabowo sebagai komandan tertinggi gugus tugas penanganan Covid-19 Nasional. 

Dasar dan alasannya adalah, sejauh batas pengamatan kami selama ini, Pak Menhan Prabowo Subianto telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan. Atau bahasa sederhananya, Beliau, Pak Prabowo sudah melakukan beberapa hal yang melebihi rata-rata yang dilakukan oleh pejabat-pejabat lainnya. 

Semisalnya, di kala awal pandemi, dimana beberapa pejabat lainnya masih berlelucon ria, atau mengeluarkan pernyataan yang juga ngawur ria, Bpk Menhan Prabowo bergerak cepat mengambil sumbangan APD dari Tiongkok. 

Dan kemudian, disaat pejabat-pejabat lainnya bersilang pendapat dan baku bantah soal potongan-potongan teknis penerapan PSBB (awal). Pak Menhan Prabowo justru cukup aktif menerima sumbangan APD dan perangkat kesehatan penanganan covid dari negara-negara sahabat (tebakan saya, karena mungkin Pak Menhan sebelumnya yang meminta) dan dari pengusaha lokal. Bukan sekedar itu, pada waktu yang bersamaan, Pak Menhan memesan ribuan Ventilator dari PT Pindad (itu info dari Pak Dirut PT. Pindad, jumlah persisnya saya lupa).

Dan pada perkembangan terakhir baru-baru ini, hampir bersamaan dengan penerapan PPKM dimana Pak Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai Koordinatornya, Pak Menhan bertemu dengan Dirjen WHO. Hasil pembicaraan tersebut menguak sebuah perencanaan penanganan Covid-19 yang taktis, sistematis dan komprehensif. Yang kami maksid dengan komprehensif adalah, tidak melulu tindakan penanggulangan pandemi (atau mungkin tepatnya disebut mitigasi) dibebankan kepada rakyat. Misalnya penerapan prokes dan pembatasan aktifitas, dimana rakyat sebagai pelaku dan pemerintah sebatas sebagai pengatur. Padahal, ada tindakan lain yang hanya bisa dilakukan oleh pemerintah.

Pada perencanaan Pak Menhan (kaitannya dengan komprehensif) adalah adanya kesadaran menempatkan pemerintah sebagai Pelaku Teknis dan pelaku langsung yang menyediakan APD,  ALKES dan Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit berikut pasukan medisnya. Perencanaan Pak Menhan Prabowo tsb sangat mengesankan menitikberatan pada aksi yang akan dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini perangkat militer). Tidak cuma dan sekedar muter-muter di prokes dan pembatasan aktivitas warga. Hal mana yang sudah dilakukan sejak awal plandemi.

Singkatnya, dengan segala kerendahan hati, saran dan usulan ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan empati yang mendalam akan keselamatan diri sendiri dan keluarga serta jutaan warga negara dari bulan-bulanan Covid-19. 

Saya sampaikan doa untuk Bapak Presiden dan keluarga semoga sehat selalu sehingga bisa menjalani masa pensiun yang sebentar lagi tiba dengan baik.

SALAM CUKUP 2 PERIODE!!!

05 Juli 2021

(As Kencana)