NGENES

NGENES

Saya percaya banyak warga Indonesia yang mencintai TNI. Terlebih saat mereka melakukan aksi-aksi kepedulian, disaat ada aparat lain yang berlaku arogan. 

Slogan TNI dekat dengan rakyat, TNI adalah kita, dan TNI adalah penjaga dan pelindung negara beserta masyarakatnya sudah menjadi keakraban bagi kita semua. 

Bahkan pada sebagian masyarakat menganggap TNI lebih humanis dibandingkan Polri dan kerap membandingkan cara mereka bertugas untuk menilai keberpihakan. 

Finalnya TNI lebih manusiawi dan ada keakraban dibandingkan Polri. 

Secara garis besar begitu, namun gak menutup kemungkingan bahwa masih ada oknum2 TNI yang memiliki jiwa bar-bar. Yang melunturkan image yang dibentuk oleh masyarakat padanya. 

Seorang pria papua ini adalah penderita bisu dan tuli. Ia hanya mengerti bahasa isyarat, hanya bisa teriak saat merasakan sakit dibadannya ketika diperlakukan bak binatang. 

Aparat pasti mempunyai protap dalam mengangani aksi individu atau kelompok di tengah masyarakat. 

Pria bisu tuli papua ini tidak bersenjata, tidak melukai seseorang, dan tidak sedang membahayakan siapapun. Hanya kesalahpahaman karena kekurangan yang ia miliki, namun lihat perlakuan yang diterimanya.

Di piting, dihempaskan ke tanah dan di injak kepalanya. Diperlakukan bak penjahat yang berbahaya. 

Menilai tindakan brutal aparat tersebut, bukan karena si pria ini asal Papua. Bukan karena Papua kita harus peduli, tapi karena dia manusia yang seharusnya bisa diperlakukan lebih manusiawi. Terlebih dia punya kekurangan dalam bicara dan mendengar. 

Rusak image TNI yang dibangun oleh masyarakat. Gak ada bedanya dengan aparat lain yang kerap melakukan tindakan demikian. Karena seragam dan pangkat dipundak, bisa memperlakukan orang dengan semaunya. 

Jika melawan, kokang senjata sebagai alasan perlindungan. 

Terlebih di tanah Papua, dimana sebagian masyarakatnya menganggap aparat adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang telah terjadi di tanah Papua. Seharusnya mereka bisa mengayomi, sebagaimana aksi TNI di daerah perdamaian. Jika menampilkan arogansi, jangan harap TNI akan bisa diterima kembali oleh masyarakat Papua.  

Sedikit gesekan saja, bisa membakar di sana.

Kata Band Padi, semua tak sama. Kata saya, semua sama aja. Mau apapun kesatuan mereka. Selalu ada oknum2 yang merusak apa yang coba dibangun. 

Semoga janji pejabat TNI menindak tegas anggotanya benar terjadi. Agar bisa mengembalikan marwah TNI dan mendapatkan kepercayaan masyarakat Papua kembali. 

(Setiawan Budi)