BuzzeRp, Rasisme, dan Perpecahan Sosial: “Kamu kadrun teroris tukang kawin!”

BUZZERRP, RASISME DAN PERPECAHAN SOSIAL

Rasisme dan hukum yang memihak menyebabkan perpecahan sosial.

Sebagai contoh, saya sangat tidak setuju bila kebodohan dan kebohongan dianggap melukai. Kalau ada orang memaki anda “Anjing Lu!”, itu mestinya tidak melukai.

Anda jelas-jelas manusia. Ucapan semacam itu tidak akan membuat anda terluka. Orang yang menganggap serius ucapan itu lalu menganggap anda seekor anjing, pasti ia orang bodoh. Sedangkan orang yang memaki anda seperti itu tidak pula serius. Dia cuma kesal. Di tanah sunda, anjing panggilan mesra kepada teman, “Anjing, gancang atuh kadieu…”

Berbeda misalnya kalau anda dimaki “Kamu kadrun teroris tukang kawin!” Panggilan Kadrun atau “kadal gurun” mengidentifikasi bagian identitas anda sebagai “keturunan Arab” atau pemeluk agama Islam. Identitas anda itu dipergunakan untuk menggeneralisir anda sebagai “teroris” dan pelaku poligami.

Makian itu melukai sebab mendiskriminasi anda atas dasar ras. Dengan kata lain, makian itu melukai dan merugikan jatidiri atau identitas anda.

Bukan cuma itu, rasialisme juga melukai dan merugikan masyarakat. 

Rasialisme bertentangan dengan pluralisme yang merupakan salah satu nilai demokrasi. Negara dengan rasialisme yang kuat hanya bisa terjadi di negara fasis seperti Jerman, Italia dan Jepang di tahun 1940an. Rasialisme di negara Pancasila tidak bisa berarti lain kecuali menyebabkan perpecahan sosial dan kerusakan dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam konteks ini dapat dipahami kemarahan Dr. Rizal Ramli kepada buzzeRp. Merekalah yang secara intensif menyebar-luaskan panggilan Kadrun itu. BuzzeRp telah menyebabkan perpecahan di dalam masyarakat.

Celakanya buzzeRp ini diindikasikan sebagai pendukung Jokowi. Itu sebabnya mereka selalu bebas dari tuntutan hukum. Akibatnya perpecahan sosial itu semakin luas semakin dalam.

(Oleh: Radhar Tribaskoro)