MAFIA KASUS Ada di KPK

[PORTAL-ISLAM.ID] Kasus ini mengerikan. Mari kita tengok kronologisnya biar lebih mudah memahaminya.

1. AKP Stepanus Robin Pattuju, masuk KPK 1 April 2019. Dia penyidik baru. Dia ini konon katanya berprestasi. Lulusan Akpol 2009, ranking 5. Saat test masuk KPK skor dia crazy bagusnya. Dan mengaku punya harta hanya 500 juta. Wow, dia polisi yg benar2 sederhana hidupnya.

2. Saat masuk KPK, mulailah dia menangani kasus2. Nah, entah sejak kapan persisnya, boleh jadi sejak Desember 2019, atau lebih awal lagi, dia diduga mulai bermain kasus. 

3. Menurut Dewan Pengawas (Dewas) KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju diduga menerima uang 10 milyar lebih untuk 'memainkan' kasus korupsi. 1,5 milyar untuk kasus walikota Tanjungbalai, 3,15 milyar untuk kasus bupati Lampung Tengah, 5 milyar untuk kasus Bupati Kutai Kertanegara, dll, dsbgnya.

4. Dari pernyataan Dewas KPK ini, maka konfirm sudah, entah sejak kapan persisnya, tapi MAFIA kasus ada di KPK. Boleh jadi sejak KPK gonjang-ganjing dengan revisi UU KPK-nya, disusul juga dengan pimpinan terpilih yang begitulah. Karena sekali lagi, si Pattuju ini penyidik baru. Dia bukan geng si Radikal yang gagal test wawasan kebangsaan.

5. Apakah AKP Stepanus Robin Pattuju bermain sendirian? Well, dalam dunia mafia kasus, kalian jangan terlalu polos. Jadi ayo Pattuju, bernyanyilah dengan indah. Jangan terlalu sok setia kawan, dll. Elu masuk penjara, yg lain menikmatinya, kan ambyar. Bernyanyi saja. Siapa yg nyuap, siapa yg kebagian uang? Buka semua.
Mengerikan sekali realita ini. Pantas saja selama ini terdengar bisik-bisik jika penyidik KPK bisa 'memeras' kepala daerah, bermain kasus, tawar-menawar, dll. Jual beli kasus. Ternyata real adanya. Kacau sekali. 

Pattuju ini penyidik baru, bergabung April 2019, dia telah dipecat oleh Dewas KPK, dikembalikan ke kepolisian. Yes, entah kapan kepolisian akan memecat dia, mungkin Pattuju masih bisa aktif lagi jadi polisi sambil nunggu pengadilan, dll. Yes memang.

Pertanyaannya: kalau ikut test jadi ASN KPK, apakah Pattuju ini lolos test wawasan kebangsaan? 

Dan pertanyaan berikutnya: Firli, Lili, Ghufron, Nawawi, Alex, kapan itu Harun Masiku ditangkap?

Terakhir, pertanyaan lagi: kalian lebih memilih model penyidik kayak Pattuju ini, atau penyidik lain yang belasan tahun terbukti RADIKAL, susah sekali disuap, susah sekali diajak bermain kasus, dan telah melakukan OTT begitu banyak? 

Demikianlah kisah  AKP Stepanus Robin Pattuju. 

(By Tere Liye)

*sumber: fb