Denny Siregar "Diam-diam" Kagum dengan UAS-UAH Yang Bisa Galang Donasi Besar

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketika Denny Siregar (DS) menuliskan ini, saya gak liatnya lagi mengejek UAS-UAH atau mengolok-olok Menhan Prabowo, atas anggaran dana kemenhan 1.760 Triliun. 

Kalau dalam kacamata psikologis, justru tulisan DS ini memperlihatkan kekagumannya pada diri UAS dan UAH yang mampu menggalang dana besar bagi rakyat Palestina. 

Kagum tapi juga merasa sakit hati, karena begitu mudahnya duo ulama muda Indonesia tersebut dalam menggalang dana. Hanya dalam waktu gak sampai 1 minggu, 30 Milyar bisa dikumpulkan. 

Ini spektakuler, dan gak bisa dibandingkan dengan ketokohan manapun. Andai Jokowi meminta rakyat menyumbang sekalipun, saya yakin ketokohan Jokowi gak akan mampu mengumpulkan donasi rakyat sebanyak yang dikumpulkan oleh UAH dan UAS. 

UAH dan UAS mendapatkan elektabilitas tinggi atas aksi yang dilakukannya. Otomatis, nama beliau menjadi pembicaraan publik dalam kacamata yang Positif. 

Melawan citra positif yang didapat, maka kelompok Cokro TV dimana didalamnya ada DS dan Eko Kuntadhi membuat framing macam-macam, mulanya framing donasi yang disalurkan sebagian, lalu framing legalitas, berikutnya minta harus ada audit. Framing mereka dilawan oleh publik, pun UAH sendiri sudah membuat laporan keuangan yang transparan dan sudah diaudit oleh akuntan independen dimana dalam laporan hasil audit disebutkan seluruh donasi sebesar Rp 30 Miliyar lebih sudah disalurkan semua, saldo nol. 

Aksi-aksi gerombolan Cokro TV gak akn membuat publik beralih dari UAH dan UAS, justru mereka berdua mendapatkan dukungan melimpah. Atas situasi tersebut, gerombolan Cokro TV terus memainkan narasi yang membawa nama UAS dan UAH, untuk membuat reaksi jemaah mereka berdua. 

Kalau kita marah, ya selesai. Mereka akan senang. Kalau kita enjoy dan tetap mendukung UAH dan UAS, mereka pasti akan meradang dan terus mencari bahan untuk mencitrakan duo ulama tersebut ke arah negatif. 

Ini seperti permainan psikologis, kamu harus bisa melihat psikologis siapa yang terguncang atas pemberitaan yang disebarkan. Dan secara pribadi saya gak ada ketersinggungan atau menganggap DS menghina dan melecehkan UAS-UAH.

Justru saya melihat DS makin tersiksa karena orang yang mereka benci, justru tetap mendapatkan dukungan. 

Ketika dikaitkan dengan kehebohan dana Kemenhan milik Prabowo, apakah ucapan DS akan dianggap melecehkan Prabowo? Untuk ulama saja kita santai, apalagi untuk Prabowo yang sudah kenyang makan hinaan dan bully.

Tetap dukung tokoh yang kita jadikan panutan, karena telah terbukti berperan bagi orang banyak. Dukungan itu adalah derita bagi mereka yang membenci. 

(By Setiawan Budi)