Yahudi Indon!

Bernie Sanders adalah salah-satu politisi berpengaruh di Amerika Serikat, kandidat capres. Dia adalah Yahudi. Dia bahkan digadang-gadang akan jadi Yahudi pertama yang jadi Presiden di sana. Tapi dia selalu kalah dalam konvensi Partai Demokrat.

Beberapa kali, pemikiran Bernie Sanders ini menarik, salah-satunya saat dia memposting tweet berikut terkait eskalasi konflik terbaru di Palestina: 

"The United States must speak out strongly against the violence by government-allied Israeli extremists in East Jerusalem and the West Bank, and make clear that the evictions of Palestinian families must not go forward."

Paham bahasa Inggris? Intinya, dia tidak sedang mendukung siapapun. Tapi dia menggaris-bawahi: pengusiran keluarga Palestina dari tanah mereka harus dihentikan. Pemerintahan AS harus mengambil sikap tegas.

Lihatlah, Bernie Sanders, Yahudi yang benar-benar Yahudi, dia bisa melihat situasi ini lebih adil. Karena dia tahu, 28 penduduk Palestina tewas oleh serangan udara Israel terkini (saat ini sudah mencapai lebih 100 -red), 10 anak-anak. Di mana terorisnya saat anak-anak terbunuh? Well, teroris bersembunyi di rumah anak-anak ini? Itu argumen basi. Palestina menembakkan roket-roket? Baiklah, ratusan roket-roket ditembakkan Palestina, berapa anak-anak di Israel yang jadi korban? Coba dicari jawabannya. Susah? Kalau pertanyaannya berapa anak-anak Palestina yg jadi korban, mudah jawabannya: tidak terhitung. Bahkan hanya dari serangan udara beberapa hari lalu, 10 tewas. 

Ayolah, mari melihat masalah ini lebih adil. Jangan pakai perasaan, jangan pakai emosi. Apalagi pakai dalil-dalil, riwayat-riwayat, sejarah secara sepihak, dll. Wah, kita itu kadang mendadak jadi ahli semua saat sudah bawa-bawa soal itu. Tapi lihatlah dari sisi kemanusiaannya. Keluarga-keluarga Palestina ini, puluhan tahun terakhir terus terusir dari rumah-rumah mereka. Dan itu diusir dengan paksa, bukan baik-baik seperti jual beli tanah, dll. 

Tidakkah kita mau bersimpati sedikit saja?

Saya kadang sedih lihat netizen PD banget membela Yahudi. Dik, kamu bela mereka habis-habisan, apakah mereka peduli sama kamu? Tidak. Di sana, mereka menyingkirkan Islam, Nasrani, Atheis, apapun agamanya, sekali menghalangi ekspansi mereka, semua disingkirkan. Ketahuilah, mereka 'bangsa terpilih', maka saat mereka melihat kamu, yang tidak jelas bangsanya (bagi mereka), apa yang terlintas di kepala mereka, mending kalau mereka ngajak kamu ngomong. Dilihat saja tidak. Dianggap tidak penting. 'Ini siapa orang2 pendek, item, dekil, kok ngaku2 nge-fans sama saya? Kok dekat2 sama kami yg bangsa terpilih, siapa sih?'

Jadi, berhentilah jadi Yahudi yang melebihi Yahudi itu sendiri. Karena ini kadang-kadang epic sekali, Bernie Sanders saja bisa melihat ini lebih fair, padahal dia Yahudi tulen. Kamu yang bukan siapa2 Yahudi, satu agama juga tidak dgn Yahudi (di Israel itu 74% judaism), satu bangsa juga tidak, satu bahasa juga tidak, mendadak nge-fans banget sama 'bangsa terpilih' ini. Pikirkanlah.

(By Tere Liye)