Susah Hati Warga Palestina Tunaikan Salat Jumat Terakhir Ramadhan di Al-Aqsa

[PORTAL-ISLAM.ID]  Berakhirnya bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari, setelah itu umat Muslim akan merayakan kemenangan dengan rasa bahagia. 

Namun lain hal di Palestina, saat warga Muslim berbondong-bondong menunaikan salat Jumat terakhir Ramadhan di Masjid Al-Aqsa mereka harus berhadapan dengan kepolisian Israel.

Bentrok pun tak terhindarkan pada Jumat (7/5/2021) siang hingga malam. Pihak kepolisian Israel mengaku terpaksa menggunakan kekerasan untuk membubarkan "gangguan kekerasan" setelah "perusuh" melempar batu, botol, dan benda lain ke arah petugas.

Diberitakan AFP, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan setidaknya 14 warga Palestina terluka di kepala. Bagian mata terkena peluru karet yang ditembakkan polisi Israel. Namun diperkirakan jumlah warga yang terluka bertambah. Sementara pihak polisi Israel menyebut 3 personel terluka. 

Reuters mengabarkan, jumlah korban luka terus bertambah. Saat ini, sudah 178 warga Palestina dan enam polisi Israel terluka dalam bentrokan hingga malam hari.

Puluhan ribu warga Palestina memadati kompleks puncak bukit yang mengelilingi masjid pada Jumat untuk salat. Banyak yang tetap tinggal untuk memprotes penggusuran Kota Tua yang menjadi inti konflik Israel-Palestina. Bentrokan makin memanas usai buka puasa. 

Polisi menggunakan meriam air yang dipasang pada kendaraan lapis baja untuk membubarkan beberapa ratus pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat rumah keluarga yang menghadapi potensi penggusuran.

"Jika kita tidak mendukung kelompok orang ini di sini, (penggusuran) akan (datang) ke rumah saya, rumahnya, dan kepada setiap warga Palestina yang tinggal di sini," kata pengunjuk rasa Bashar Mahmoud (23).

Seorang pejabat Masjid Al-Aqsa meminta ketenangan di kompleks itu melalui pengeras suara masjid. "Polisi harus segera berhenti menembakkan granat kejut ke arah jemaah, dan pemuda harus tenang dan diam!"

Layanan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 88 orang Palestina yang terluka dibawa ke rumah sakit setelah terkena peluru logam berlapis karet. 

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dia "menganggap (Israel) bertanggung jawab atas perkembangan berbahaya dan serangan berdosa yang terjadi di kota suci itu" dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sesi mendesak tentang masalah tersebut.

Kekerasan juga meningkat di Tepi Barat yang diduduki. Dua pria bersenjata Palestina tewas dan yang ketiga terluka parah setelah mereka melepaskan tembakan ke sebuah pangkalan Israel.

Israel menganggap semua Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak terbagi, namun Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Umat Muslim menganggap kompleks ini sebagai Al-Haram al-Sharif (Tempat Suci Mulia). Di tempat ini, Nabi Muhammad melakukan perjalanan malamnya atau yang dikenal sebagai Isra Miraj, menjadikannya sebagai situs tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. 

[Video]
[Kumparan]