KLARIFIKASI Atas Pemberitaan Media dan Ormas Tertentu yang Ingin Mencitrakan Buruk Pemerintahan Erdogan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kami ingin Klarifikasi terkait Propaganda Busuk Media dan Ormas Tertentu yang ingin mencitrakan buruk Pemerintahan Erdogan di Turki.

Sebagaimana dilansir berbagai media yang mengutip sumber media barat dilansir Reuters, Selasa (4/5/2021). Tampak foto atau video yang memperlihatkan Polisi Turki membubarkan Itikaf bersama sebuah Ormas Islam di Masjid. Kemudian kelompok Ormas tersebut yang dibubarkan polisi mengecam dengan memberi pernyataan "ini bukan Israel, ini Turki". Maka kami jelaskan dibawah ini kejadiannya: 

Ormas Islam yang dimaksud itu adalah Kelompok Jamaah ekstrim yang bermasalah di Turki macam Khawarij ISIS. Mereka sengaja membangkang aturan pemerintah terkait Lock Down masa Pandemi yang mana semua warga diwajibkan untuk tidak keluar rumah termasuk melarang bepergian, dan juga melaksanakan Tarawih bersama serta itikaf bersama di masjid pada bulan Ramadhan tahun 2021 ini. 

Padahal Lockdown epidemi Covid selama 17 hari ini sudah disosialisasikan jauh-jauh hari sebelumnya. 

Jamaah itu dipimpin Alparslan Kultuy tokoh garis keras (Ekstrim). Bahkan sudah sejak lama mereka sering berkoar-koar menuduh Pemerintah Erdogan sebagai Thaghut (yang artinya pemimpin yang melawan perintah Allah). 

Polisi menindak jamaah itu dengan semprotan kecil merica seperti dalam gambar. Tidak ada toleransi demi kesehatan warga karena kasus Covid di Turki cukup tinggi. 

Jadi sebenarnya mereka tau aturannya tetapi mereka sengaja melanggar dan membangkang agar dipandang mereka jadi korban. Sengaja bermain playing Victim, pencitraan agar digoreng media luar. 

Perlu diingat dalam Islam ibadah Itikaf itu Sunnah bukan wajib. 

Demikian penjelasan kami. 

Sumber: Okezone, CNN Indonesia, Klarifikasi oleh Pizaro wartawan AA (Anadolu Agency Indonesia).

(Fp Sahabat Erdogan)

Kami ingin Klarifikasi terkait Propaganda Busuk Media dan Ormas Tertentu yang ingin mencitrakan buruk Pemerintahan...

Dikirim oleh Sahabat Erdogan pada Rabu, 05 Mei 2021