Kisah Abu Musa al-Asyari, Pemilik Seruling Keluarga Daud

[PORTAL-ISLAM.ID]  Abu Musa al-Asyari merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki suara merdu. Rasulullah bahkan menyebut Abu Musa diberi Allah seruling keluarga Daud.

Abu Musa al-Asyari memiliki nama asli Abdullah bin Qais. Dia adalah sahabat nabi yang berasal dari Yaman. Saat mendengar kabar kerasulan Muhammad, Abu Musa langsung bergegas menuju Mekah.

Sesampainya di Mekah, Abu Musa langsung menghadap Rasulullah dan memeluk Islam. Dia lalu kembali ke Yaman mengajarkan Islam.

Saat Rasulullah menaklukkan Khaibar, Abu Musa kembali datang bersama dua saudara kandungnya dan 50 orang kaumnya untuk ikut hijrah ke Madinah. Rasulullah menyebut rombongan ini dengan al-Asy'ariyyun.

"Sesungguhnya, al-Asyarriyyun itu, jika kehabisan bekal dalam perang atau hanya sedikit memiliki makanan, mereka mengumpulkan segala sesuatu yang mereka miliki dalam satu baju lalu secara merata. Mereka adalah bagian dariku dan aku adalah bagian dari mereka," sabda Rasulullah, dikutip dari Biografi 60 Sahabat Rasulullah SAW karya Khalid Muhammad Khalid.

Dalam peperangan Rasulullah juga menganggap Abu Musa seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan berani. Abu Musa punya andil besar dalam perjuangan Umat Islam terutama saat melawan Imperium Persia.

"Pimpinan prajurit kuda adalah Abu Musa," kata Rasulullah.

Saat meninggalkan medan perang, Abu Musa menjadi seorang yang gemar bertobat. Dia memohon ampun dengan menangis kepada Allah.

Setiap kali Abu Musa membaca Alquran, dia berhasil membuat menggugah hati setiap orang yang mendengarnya. Suara Abu Musa yang merdu juga membuat Rasulullah memujinya memiliki suara yang merdu seperti suara keluarga Daud.

"Sungguh Abu Musa telah diberi satu dari seruling keluarga Daud," kata Rasulullah.

Umar bin Khattab juga acap kali meminta Abu Musa untuk menyenandungkan ayat Al-Qur'an.

"Wahai Abu Musa, buatlah kami rindu kepada Tuhan kami," kata Umar.

Semasa hidupnya Abu Musa al-Asyari dikenal sebagai sahabat nabi yang bersuara merdu, ahli fiqih, dan memegang tanggung jawab dengan baik.