Ismail Haniyah Serukan Negara Islam dan Arab Bersatu Melawan Agresi Israel

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ismail Haniyah, pemimpin Hamas, menyerukan agar umat Islam memperkuat posisi politik dan diplomatik di tingkat Arab dan Internasional untuk mencegah entitas penjajah Zionis terus melanjutkan serangan “barbar”nya terhadap warga Palestina, tanah dan kesucian mereka di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Dilansir Days of Palestina pada Senin (10/05/2021), dalam pesan yang dikirimkan kepada para pemimpin negara Arab dan Islam pada hari Minggu, Ismail Haniyah menekankan bahwa eskalasi agresi Israel telah melewati semua garis merah dan memprovokasi perasaan bangsa Arab dan Islam.

Dia mengungkapkan harapan dan keyakinan bahwa negara-negara Arab dan Islam akan bersatu dalam menghadapi kejahatan pendudukan Israel dan akan mendukung ketabahan orang-orang Yerusalem.
Pemimpin politik Hamas ini menyimpulkan pesannya dengan mengatakan, “Rakyat Palestina di Yerusalem yang telah mempertahankan tanah dan situs suci atas nama seluruh Arab dan negara Islam selama lebih dari 50 tahun tidak akan berhenti dan akan terus berlanjut sampai tercapainya pembebasan dan pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. ”

Lebih dari 200 warga Palestina terluka di luar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki ketika polisi Israel menembakkan peluru logam berlapis karet, gas air mata dan granat kejut ke arah pengunjuk rasa yang melemparkan batu.

Puluhan ribu jamaah sebelumnya memadati situs paling suci ketiga umat Islam pada Jumat terakhir Ramadhan dan banyak yang tetap tinggal untuk memprotes rencana Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.
Warga Palestina telah melakukan serangkaian aksi duduk di daerah itu dalam beberapa hari terakhir mengecam perintah Israel yang meminta mengosongkan rumah mereka. Pasukan keamanan Israel telah menyerang aksi duduk menggunakan air sigung, gas air mata, peluru berlapis karet, dan granat kejut. Puluhan warga Palestina telah ditangkap. [Hidayatullah]