RESHUFFLE KABINET Demi Kepentingan TEUKU UMAR, Pilih NADIEM Atau PROF BRODJONEGORO?

RESHUFFLE KABINET Demi Kepentingan TEUKU UMAR, Pilih NADIEM Atau PROF BRODJONEGORO?  

By @DalamIstana

1. Mendikbud Nadiem Makarim viral ya gara2 KH Hasyim Asyari tidak dimasukan dalam Kamus Sejarah Kemendikbud.

2. Isu reshuffle kabinet lagi santer. Yg paling disorot soal kemenristek digabung kemendikbud. Artinya, bakalan ada yg tergusur. Siapa yg bakal selamat? Nadiem atau Bang Brodjonegoro (eks Menristek)? Ini bocorannya.

3. Oke. Dari segi kapasitas & kapabilitas, elu tahu dong siapa yg paling pas? Ya, Prof Bro dong! Ini orang pernah jadi Menkeu, Men Bappenas, & kini Menristek. Bandingkan dg Nadiem yg hidup dari blunder ke blunder.

4. Sayangnya, Menteri itu kan bukan semata2 jabatan profesional. Nuansa politik kencang juga di sana. Dengan demikian, Bang Bro bakal tergusur dan Nadiem akan selamat!

5. Jadi ceritanya, peleburan Mendikbud & Menristek adalah upaya balas budi Ki Lurah utk Teuku Umar yg ngelolosin sang pangeran & mantu maju di Solo & Medan. Gerakan Ki Lurah itu sampai dimusuhin ring 1 Teuku Umar karena menumbalkan kader pentingnya ke KPK. ini kita bahas lain waktu.

6. Kenapa Nadiem bukan Bang Bro? Jadi, ceritanya Teuku Umar ingin jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Tapi Bang Bro selaku Menristek/Ketua BRIN menolak. Yoi, secara tata aturan, BRIN kan dibawah otoritas Menristek.

7. Alasan tolak Teuku Umar? Soalnya, menurut Bang Bro ketua dewan pengarah BRIN mesti punya kapasitas & kapabilitas keilmuan yg mumpuni dalam bidang riset. Padahal Teuku Umar cuma jebolan SMA. Otomatis gak punya pengalaman, apalagi kapasitas & kapabilitas riset.

8. Kenapa Teuku Umar ngotot jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN? Padahal, dia sudah punya jabatan sebagai Dewan Pengarah BPIP? Alasannya, PDIP lagi mendorong UU Sistem Riset Teknologi Nasional. Mereka jualan kalau UU itu representasi gagasan Bung Karno. Kemenristek dibubarkan karena bertentangan dengan UU itu

9. Alasan ke2, ada post power syndrome. Trunojoyo kan cma tamatan SMA. Kalau dia jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, bisa makin banyak tuh tawaran doctor & professor honoris causa. Lumayan deh.

10. Nah, Ki Lurah sepakat. Tapi, dia gak gak boleh ujug2. Mesti punya landasan. BRIN sendiri sejak periode ke 2 menggantung legalitasnya padahal semua sudah siap & sudah diajukan juga Bang Bro. Ini disengaja Ki Lurah buat mendapatkan momen yg tepat.

11. Makanya, mesti Nadiem itu sudah pernah nyinggung Muhammadiyah dan sekarang NU, dia tetap akan selamat. Kalaupun akhirnya Muhammadiyah & NU manuver biar Nadiem dibuang, Ki Lurah pasti taruh di posisi apaan gitu. Lanjutan reshuffle, ntar gue bahas lagi deh.

12. Demikian bocoran dari Istana. Mohon gunakan sesuai dosis.

(Sumber: Twit @DalamIstana 20/4/2021)