PUASA DAN LEVEL KEBAHAGIAAN KITA

PUASA DAN LEVEL KEBAHAGIAAN KITA 

Apa yang bisa membuat kita bahagia? 

Kalo kebanyakan orang seperti saya, biasanya yang bikin bahagia itu ya makan enak, tidur nyenyak, duit banyak, pingin apa saja mudah, mobil + rumah mewah, pengakuan, dan sejenisnya. 

Contoh perjuangan untuk mencari kebahagiaan itu misalnya rela menempuh perjalanan jauh ke pantai Samas, hanya demi menikmati sepotong bebek, yang ketika pulang sampai rumah, sudah lapar lagi. πŸ™ˆ

Demi mencari kebahagiaan, tak enggan mendaki tinggi ke puncak Menoreh, untuk sekedar menyeruput segelas kopi ☕️. 

Bahkan demi kebahagiaan, kepuasan, dan pengakuan, ada juga yang rela bersepeda ratusan kilometer jauhnya, hanya untuk bisa berfoto disana. 

Itu sedikit contoh harga kebahagiaan, yang  untuk mendapatkanya, ternyata kadang butuh banyak syaratnya πŸ˜„. 

—-

Puasa, sebenarnya mengajarkan kita untuk meningkatkan level kebahagiaan kita. 

Bahwa dalam keterbatasan, dalam diam, dalam lapar dan dahaga kita justru harus lebih bahagia. 

Diam bersamaNya, bahagia.

Lapar menunggunya, bahagia. 

Dahaga saat bekerja, bahagia. 

Tidak udud, bahagia. 

Tidak ngopi, bahagia. 

Bahkan nggak ngapa-ngapain, hanya di rumah saja, kita bahagia. 
Minimal bahagia bisa berkurang maksiat dan perbuatan sia-sia. 

Kita dilatih untuk tetap bahagia tanpa banyak syaratnya. 

Kita dilatih untuk bahagia, dengan menikmati dan mensyukuri kondisi yang dialami saat ini, detik ini, di sini. 

Kita dilatih untuk bahagia, tanpa tergantung pada apapun dan siapapun.

Jika sudah demikian... 
Apa lagi yang bisa merenggut kebahagiaan kita?

Selamat berpuasa...

(Widya Supeno)