Naniek S Deyang: Ohh.. Muara Kebencian Terhadap Umat Islam Ternyata Gara-gara A Tidak Jadi Gubernur

[PORTAL-ISLAM.ID]  Saya juga tidak suka dengan orang2 Islam yg seolah-olah memegang kunci2 surga, dan sedikit2 bilang bid'ah, tapi sebaliknya saya juga gak suka dengan kalian yg selalu menuding khilafah, Islam garis keras, teroris, intoleran dll.

Tolong jawab sejujurnya, apakah yg kalian sebut  mereka yg mau mendirikan negara khilafah atau mereka yg masuk golongan Islam garis keras dll pernah menyerang kawasan pecinan? Apakah saat kawasan pecinan diserang tahun 1998 yg melakukan orang2 yg berjubah atau memakai gamis? Apakah orang2 berjubah itu pernah menyerang kuil, vihara, candi Borobudur, gereja? Kalau ada mungkin saya terlewat, tolong sebutkan kapan dan dimana?

Dan Anda yg selama ini menjadi salah satu yg suka menuding khilafah, membenturkan NU dan non NU akhirnya hanya berwajah merah dan menggeleng atas pertanyaan2 di atas.

"Lalu apa masalah Anda dengan khilafah atau orang yg kalian sebut Islam garis keras, kok demikian bencinya kalian dng mereka?", tanya saya  kembali membobardir.

Lalu apakah Anda yg memiliki kerajaan bisnis luar biasa di daerah sini dengan menguasa lahan-lahan strategis, pernah diganggu atau diusir oleh orang2 yg tiap hari kalian sebut kelompok Islam garis keras?

Entahlah hari ini mungkin saya sudah jenuh dan muak luar biasa, sehingga saya bicara bak metraliur dengan seorang konglomerat. Padahal saya biasa saja saat dia bercerita mau membangun vihara di lahan2 yg dikuasainya. 

"Saya bukan bicara sebagai orang muslim bos, saya bicara sebagai anak bangsa yg ingin Indonesia "baik-baik saja", bukan Indonesia yg terbelah. Kajauhan saya kalau membahas ISIS atau teroris, karena saya belum pernah salaman atau mengenal mereka, yg saya kenal orang Islam di Indonesia, tidak ada satu pun yg jahat, kalau toh ada itu hanya secuil yg Anda sebut sebagai teroris itu, tapi bukankah di agamamu juga gak semua orangnya baik dan ada juga yg jadi teroris?" ungkap saya kepadanya.

Mari bangun Indonesia dengan kedamaian, sejak Indonesia merdeka hampir di setiap kota Masjid, Gereja, dan Vihara semua berdampingan. Islam di Indonesia gak lahir kemarin pasca reformasi, kok aneh istilah khilafah, teroris dan sejenisnya baru ramai sekarang2? 

Dan ternyata ujungnya dia protes soal A yg tdk bisa jadi Gubernur dan masuk penjara, saya tdk mau berdebat jauh. Saya hanya menjawab... "Oh muara kebencian itu lahir dari situ ya?"... "Tapi ngomong2 waktu aksi2 itu (Aksi Bela Islam -red) kawasan Kota, Pluit dan Pecinan lainnya rusak nggak?", lagi2 dia gak bisa jawab.

A sudah jadi Komisaris Utama BUMN ternama, tidak ada yg berkurang haknya sebagai warga negara Indonesia. Silahkan jagokan menjadi Presiden, dan mari sudahi berbagai kebencian pada kelompok Islam yg kalian sebut sebagai intoleran (hanya karena tdk menerima A sebagai Gubernur DKI). Dan jangan sampai nanti kalau A gak jadi Presiden, kalian sebut lagi ada Islam intoleran jilid 2.

Tiba-tiba pengin punya Presiden nanti yg lucu2 aja mungkin bisa Bolot atau siapa gitu, yg bisa diterima semua pihak, karena lucu itu universal semua orang pasti ketawa....(kapan akan berakhir dendam dan perpecahan ini?)

(By Naniek S Deyang)

*fb penulis 13/03/2021

Saya juga tidak suka dng orang2 Islam yg seolah -olah memegang kunci2 surga, dan sedikit2 bilang bid'ah , tapi...

Dikirim oleh Naniek S Deyang pada Jumat, 12 Maret 2021