Baik Yang Mencaci Maupun Yang Memuji, Semua Dapat Manfaat Karena Kebijakan Anies

Baik yang mencaci maupun yang memuji semua dapat manfaat karena kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca dengan tenang, jangan emosi

Salahkah Anies?

Fakta soal Sungai:

1. Banjir di Kawasan Kemang Jakarta Selatan adalah karena limpahan air dari Sungai Krukut. Sungai itu meluap karena kiriman air dari hulu di Depok, saat hujan ekstrim terjadi di Depok. 

2. Semua kawasan yang tergenang di Jakarta saat banjir 19-20 Februari adalah kawasan tepi sungai lintas propinsi. 

3. Sungai lintas propinsi adalah tanggung jawab Kementrian PUPR. Tanggung jawab utk mengeruk, membersihkan, menjaga semua pintu air dan mengendalikan air. 

4. Pemprov DKI bertanggung jawab atas sungai dalam propinsi. Saat hujan 19-20 Februari semua sungai dlm propinsi terkendali dan tdk menyebabkan banjir. 

Fakta soal saluran air:

1. Kapasitas saluran air di kota Jakarta adalah 50-100 mm/hari. Saluran air ini termasuk parit, kanal hingga sungai. Angka ini adalah kapasitas tertinggi di Indonesia. Kota-kota lain di Indonesia kapasitasnya hanya sekitar 30-60 mm/hari. 

2. Jika turun hujan diatas kapasitas/daya tampung saluran maka *PASTI * terjadi genangan, terjadi banjir. Seperti botol berdaya tampung 1 liter, tapi diisi air sebanyak 2 liter pasti akan luber dan banjir.

Fakta soal penanganan:

1. Gubernur Anies adalah gubernur pertama dalam sejara Jakarta yang menetapkan target dalam penanganan banjir. 

2. Target yang ditetapkan adalah jika hujan lokal dibawah 100mm/hari maka tidak boleh terjadi genangan. Jika ada genangan artinya saluran terhambat dan DKI harus tanggung jawab.

3. Jika terjadi hujan lokal diatas 100mm/hari maka akan terjadi banjir dan begitu hujan berhenti harus langsung mulai memompa dan ditargetkan surut dalam 6 jam.

4. Jika air kiriman dari hulu sungai (dari Bogor, Depok dan Tangerang) masuk ke Jakarta dan melampaui kapasitas sungai hingga meluber menggenangi kawasan tepi sungai, maka begitu ketinggian air sungai telah kembali normal, proses pemompaan harus dimulai dan ditargetkan selesai dalam waktu 6 jam.

Fakta curah hujan:

1. Kriteria curah hujan menurut BMKG. Hujan Ringan jika dibawah 20 mm/hari; hujan sedang jika 30-50 mm/hari; hujan lebat jika 50-100mm/hari; hujan sangat lebat 100-150 mm/hari; hujan ektrim jika diatas 150 mm/hari

2. Curah hujan di Jabodetabek adalah 226 mm/hari, di pekalongan 183 mm/hari, di semarang 171 mm/hari. Semua adalah kategori hujan ektrim dan jakarta paling ekstrim. 

3. Genangan pasca hujan ekstrim di Jakarta dipompa sesuai target dan seluruh kota tuntas dipompa dalam 1 hari. 

4. Contoh Kawasan Kemang. Permukaan air di Sungai Krukut kembali normal pada Sabtu pukul 19.00, dan proses pemompaan langsung dilakukan (sekitar 10 pompa mobile dikerahkan), hingga surut sepenuhnya pada sekitar pukul 23.00, tuntas dalam 4 jam. 

Fakta: 

1. Pertama kali dalam sejarah banjir besar di Jakarta, penanganan tuntas dalam waktu kurang dari 24 jam. 

2. Gubernur DKI Jakarta dan seluruh jajaran sejak bulan November 2020 sudah melakukan simulasi penanganan banjir, agar jika terjadi banjir bisa bekerja cepat dan tuntas. 

3. Pemprov DKI Jakarta menerjunkan 16 ribu petugas lapangan dan mengerahkan 1,013 Pompa baik stasioner, mobile maupun truk pemadam kebakaran utk memompa semua kawasan yang terkena genangan akibat hujan ekstrim.

Kesimpulan: 

1. Membahas curah hujan dan dampaknya harus pakai data dan harus obyektif. 

2. Curah hujan di luar kendali manusia, tapi pengendalian dampaknya adalah dalam kendali manusia.

3. Baru sekarang ada Gubernur di Jakarta yang membangun sistem untuk penanganan dampak hujan ekstrim hingga proses pemompaan seluruh wilayah di DKI bisa tuntas dalam satu hari. 

4. Jangan salahkan Anies atas curah hujan yang ekstrim, tapi salahkan Anies jika tidak bisa mengkomandoi jajaran utk memompa dan menyurutkan genangan saat terjadi hujan ekstrim. 

5. Berbagai kota masih tergenang berhari-hari sesudah kejadian hujan seperti di Pekalongan, Semarang, Kudus ataupun di Kalsel. Di Jakarta semua tuntas dalam 1 hari. 

6. Februari 2021 ini jadi bukti nyata bahwa Gubernur Anies berhasil mengkomandoi, membuat sistem kerja dan dia berhasil memimpin hingga Jakarta bisa terbebas dari genangan dalam waktu 1 hari. 

Semoga Gubernur Anies bisa tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Semoga dia akan terus fokus bekerja untuk melindungi semua warganya. 

Orang yang memuji dan orang yang mencaci, semuanya merasakan manfaat dari kebijakan dan langkah-langkah super cepat Gubernur Anies dan jajarannya dalam menangani dampak hujan ekstrim ini.

(Oleh: Iving A. Chevny)

*fb

Baik yang mencaci maupun yang memuji semua dapat manfaat karena kebijakan Anies. Baca dengan tenang, jangan...

Dikirim oleh Iving A. Chevny pada Selasa, 23 Februari 2021