TERIMA KASIH BIB...

TERIMA KASIH BIB...

Para dokter dan rekan medis lainnya, mungkin tersenyum dengan hikmah dibalik penangkapan Sang Ulama. 

Pernyataan kepolisian, bahwa kerumunan dilarang dan akan dikenakan sanksi pidana ini sebuah kemajuan. 

Telah jauh hari paramedis mengungkapkan kekhawatirannya, atas pemberlakuan PSBB yang terlihat lucu dan dungu. Namun khawatir mereka tidak mendapatkan respon dari pemangku kebijakan yang lebih terpaku pada percepatan pertumbuhan ekonomi. 

Saat Ulama itu datang, saat revolusi akhlak ia teriakkan. Saat itulah terjadi perubahan. Para pemangku kebijakan terlihat baru menyadari bahayanya kerumunan. Mereka agresif dan sibuk bekerja menertibkan. 

Natalan pun mungkin seperti perayaan Idul Fitri yang tanpa ada kesibukan berarti. Acara tahun baru sudah dinyatakan terlarang. Pengusaha hotel dan restoran mendukung upaya pemangku kebijakan yang memutuskan bahwa tidak boleh ada keramaian pada akhir tahun nanti. 

Paramedis tersenyum, menatap foto sang ulama dan mengelus wajahnya. 

"Terima kasih 'bib, karenamu semuanya menyadari. Dirimu mungkin menjadi tumbal Revolusi Akhlak itu sedang dijalankan pada masalah ini. Revolusi Akhlakmu berhasil 'bib. Sekali lagi terima kasih, salam sayang dari kami.."

Terpenjara dengan senyuman, para haters tertawa bahwa ini adalah kekalahan. Namun sejatinya, itulah senyum kemenangan. Menang karena telah mengubah haluan yang dulu mereka abaikan. 

(By Setiawan Budi)