Muslim : Operasi Menyingkirkan HRS dan FPI Dilakukan Secara Terstruktur dan Sistematis

[PORTAL-ISLAM.ID]  Operasi melenyapkan Habib Rizieq Syihab (HRS) dan Front Pembela Islam (FPI) dilakukan secara massif, terstruktur dan sistematis. 

“Operasi melenyapkan HRS dan FPI dilakukan secara massif, terstruktur dan sistematis. Tujuannya HRS masuk penjara atau mati dan FPI bubar,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Sabtu (12/12/2020).

Menurut Muslim, operasi melenyapkan HRS dan FPI dimulai dari penggalanngan opini melalui buzzer, media sampah seword dan media mainstrean. “Mereka ini membuat framing HRS dan FPI itu dan harus dilenyapkan. Namun operasi ini terkonter warganet yang sangat cerdas,” ungkapnya

Kata Muslim, muncul operasi Delima yang menguntit kegiatan HRS namun berhasil digagalkan dengan tertangkapnya 3 anggota BIN di kawasan Markaz Syariah Megamendung Kabupaten Bogor walupun dibantah pihak BIN. “Namnya operasi intelijen itu tidak ada pengakuan, tapi fakta-fakta yang ada 3 anggota BIN berhasil diketahui pihak Laskar FPI dan foto-foto serta videonya tersebar,” jelas Muslim. 

Penembakan 6 Laskar FPI sampai mati oleh polisi, kata Muslim bagian dari operasi. “Operasi ini terus berlanjut dengan memanfaatkan Protokol Kesehatan Covid-19 untuk mentersangkakan HRS dan para pengurus FPI. KH Sobri Lubis itu Ketua Umum FPI menjadi tersangka. Strategi ini agar FPI lumpuh secara organisasi,” papar Muslim.

Kata Muslim, setelah HRS dan pengurus FPI masuk penjara, pemerintah menyiapkan aturan membubarkan organisasi FPI. “FPI segera dibubarkan Rezim Jokowi,” pungkas Muslim.[suaranasional]