DIBULLY Karena MEMBERI vs DIFASILITASI Setelah KORUPSI

DIBULLY Karena MEMBERI vs DIFASILITASI Setelah KORUPSI

Bapak ini sering dikatain belagu, sok, pengen viral dan kata ejekan lainnya, saat ia memutuskan berjualan sambil berbagi ke anak yatim. 

Terhitung sudah sembilan tahun ia melakukan hal ini, menahan pedih dibully sambil tetap teguh menjalankan hal yang diyakininya, bahwa sesama manusia kita harus saling menolong dan memudahkan.

Terhitung sudah sembilan tahun, ia istiqomah menggratiskan dagangannya, karena ia mulai memahami, yang mem-bully-nya karena kesal tidak mampu berbuat hal yang sama seperi dirinya, mereka kesal hanya bisa iri tanpa berani beraksi.

Nun jauh di sana, dikawasan mewah tapi zero akhlaq dan norma, duduk di ruang mewah beberapa pejabat publik yang dulu pernah dipilihnya, mereka dengan sumringah memutuskan menyunat hak rakyat kecil termasuk anak yatim. Ada bansos seharga 900k dilaporannya, yang disunat menjadi 200k saat diterima rakyatnya. Ada bansos 700k dilaporannya, yang disunat menjadi 200k saat diterima rakyatnya. Dan ada bansos sejumlah jutaan kemasan dan disunat 10k/kemasan.

Mereka mungkin berpenampilan mewah dan penuh kuasa, tapi sejatinya nilai diri penjual yang dibully ini, jauh diatas mereka yang menyunat dana dengan tega.

Mereka mungkin tertangkap dan dijadikan terdakwa, tapi fasilitas negara (perlakuan aparat sangat sopan, hukuman tidak maksimal, kamar tahanan bisa diupgrade kemewahan asal bayar) tidak membuat mereka jera.
Mereka mungkin terkesan tetap mulia dan strata sosial tetap terjaga, itu karena circle mereka sudah amoral semua, korupsi bagi mereka itu biasa.

Tapi, mereka semua akan menangis darah dan mengiba, ketika circle mereka punah dan kini harus berhadapan dengan para saksi dunia yang melakukan persaksian di depan Rabbnya.

Para pedagang humanis ini mungkin dibully dan tidak difasilitasi, tapi cinta Rabbnya di langit dan cinta anak-anak yatim di Bumi, yang kelak memfasilitasi kehidupan kedua. Para pedagang kecil yang tidak turut "makan manusia" ini, berbalik sumringah meski dulu di dunia ia diperlakukan hina.

*Yang sedang ber Amar Maruf Nahi Munkar tapi kini Difitnah dan dinyatakan pihak yang tidak benar, semoga tetap bertahan sampai akhir, karena sejarah mencatat Abu Jahal yang menentang Rasulullahﷺ dan salah satu tokoh pemboikot beliau dan keluarga Bani Hasyim, hidup penuh ketakutan (selalu dikelilingi pasukan pengaman) dan mati dalam kehinaan, ditebas dua pemuda yang belum genap 16 tahun (padahal pasukan pengamanannya kala itu ada 10 lapis).

(By Nur Devi Rasita : 27 Desember 2020)