DI DUKUNG UAS KOK KALAH...?

DI DUKUNG UAS KOK KALAH...?

Lagi rame nih, umat Dajjal membully UAS. Alasan mereka karena calon Kepala Daerah yang didukung UAS kalah.

Dulu di Pilpres UAS juga mendukung Pak Prabowo, kalah (dikalahkan?). Di Pilkada Medan, UAS mendukung pasangan Akhyar-Salman, berdasarkan Quick Count juga akan kalah.

Para Umat Dajjal pun ramai-ramai membully UAS. Menuduh UAS sebagai Ustadz gadungan. Dan berbagai macam fitnahan lainnya.

Baiklah, para Umat Dajjal. Saya akan memberikan pencerahan dengan bahasa yang paling sederhana. Agar otak-otak minimalis kalian bisa paham.

Pertama, semua yang didukung oleh Ustadz bahkan Nabi sekalipun bukanlah jaminan kemenangan (Kalau ukurannya kemenangan tersebut dari kacamata manusia).

Sebagai contoh, sebut saja dulu Perang Uhud. 

Kaum Muslimin mengalami kekalahan di Perang Uhud. Padahal pasukan perang kaum muslimin langsung dibawah komando Nabi Muhammad  SAW. 

Pertanyaannya kenapa? Karena Pasukan kaum muslimin berlomba-lomba mengejar harta rampasan perang dan tidak mengikut perintah Rasulullah.

Jadi persoalan sesungguhnya bukan siapa yang memimpin atau siapa yang mendukung. Tapi bagaimana sikap umat. Patuh atau tidak?

Ingat. Ketidak patuhan Pasukan kaum Muslimin di Perang Uhud membuat Umat Islam kalah, maka ketidak patuhan Umat Islam kepada Ulama (UAS) tentu saja juga membuat pilihan beliau kalah.

Padahal sudah jelas-jelas UAS menyatakan, dukungan beliau kepada para Calon Kepala Daerah bukan karena kepentingan pribadi. Tapi untuk kepentingan dan kemaslahatan umat.

Tapi apakah dukungan UAS kepada Calon Kepala Daerah sia-sia? Ya tentu saja tidak.

Sebagai contoh, Pilkada Medan. Sebelumnya saya terang-terangan mendukung Bobby Nasution daripada Akhyar Nasution. Tapi karena UAS lebih memilih mendukung Akhyar, saya juga ikut mendukung Akhyar.

Tentu saja saya tidak memiliki hak suara. Karena KTP saya KTP Aceh. Tapi saya yakin banyak Warga Kota Medan yang memiliki Hak Pilih yang sebelumnya ragu untuk menentukan pilihan akhirnya ikut pilihan UAS.

Jadi kesimpulan yang mau saya sampaikan, Kalah-Menang bukanlah ukuran Kebenaran Pilihan. Apalagi menganggap pilihan yang menang sudah pasti karena restu Tuhan.

Belanda juga dulu ratusan tahun selalu menang melawan para Pahlawan Nasional seperti Tuanku Imam Bonjol atau Pangeran Diponegoro. Bukan berarti Penjajah Belanda yang benar atau direstui oleh Tuhan kan?

Mana mungkin jadi Penjajah direstui oleh Tuhan!

Atau gini aja. Kalau kalian merasa direstui oleh Tuhan karena selalu menang dan memenangkan Pilkada dan Pilpres, pertanyaan saya, apakah Indonesia sudah maju, makmur dan sejahtera?

Faktanya Hutang Negara semakin menumpuk, nilai mata uang Rupiah semakin terpuruk dan ekonomi Indonesia semakin memburuk.

Cobalah sekali-sekali ikuti anjuran Ulama seperti UAS. Siapa tahu Negara dan bangsa kita bisa keluar dari lingkaran dan dekapan setan, seperti yang sudah terjadi selama ini. 

(By Azwar Siregar)

*NB: Tambahan penjelasan UAS di akun Instagramnya tentang Dukungan PILKADA: