BETAPA GURIHNYA KUE PRAKERJA

BETAPA GURIHNYA KUE PRAKERJA

Terima kasih atas perhatian semua yang menanyakan kabar saya, menghilang ke mana rupanya, hampir sebulan tiada berita.

Saya baik-baik saja. Artinya, puji Tuhan, sehat. Banyak urusan pribadi, betul, urusan keluarga hingga pekerjaan menjelang tutup buku. Maklum, wiraswasta, yang tak berharap banyak pada negara.

Tidak ada yang berubah. Artinya, saya tetap di sini. Tidak ke mana-mana. Tidak duduk sebagai komisaris BUMN atau stafsus seperti disangka beberapa kawan.

Tapi betul, saya perlu 'puasa' sejenak. Negara ini sumpek betul. Kejahatan dan ketamakan membuat saya serasa mau muntah terus-terusan. Jari-jari saya sampai gemetar, tak sanggup menulis apa-apa rasanya.

UU Cipta Kerja, Kartu Prakerja... yang sudah sama-sama kita bahas hulu-hilir potensi kebusukannya, jalan terus. Bahkan 3 Desember lalu, seorang pembaca/informan saya mengirim informasi mitra Prakerja dapat Rp8 miliar - Rp15 miliar dalam waktu 6 bulan saja. Covid membawa berkah, katanya. Sementara masyarakat ‘dipaksa’ memuji pemerintah yang sebar Rp600 ribu/orang/bulan.

Lalu menteri-menteri ditangkap KPK. Yang paling memuakkan, bansos sembako orang miskin pun dicatut Rp10 ribu per item untuk sang menteri. Begitu dugaannya. Betapa kejinya.

Saya menyapa sedikit dan sebentar saja dulu. Berharap semoga keadilan dan kebenaran masih menyala lilinnya. Pun, minimal kita tetap ingat, betapa buruknya kekuasaan di tangan mereka-mereka orang.

Salam. 

(Agustinus Edy Kristianto)

*fb

Terima kasih atas perhatian semua yang menanyakan kabar saya, menghilang ke mana rupanya, hampir sebulan tiada...

Dikirim oleh Agustinus Edy Kristianto pada Senin, 07 Desember 2020