Azwar Siregar: PREMANNYA SIAPA, DIL?

PREMANNYA SIAPA, DIL?

Saya bahkan merasa perlu mengakak dulu sampai puas sebelum menulis postingan ini.

Membaca berita dari CNN, tentang Pak Dil, Kapolda Metro yang menceritakan tentang Gajah Mada jaman Now versi dia yang melawan Preman Kampung.

Beritanya:


Sebenarnya mengkritik Polisi apalagi setingkat Kapolda itu sangat "danger". Tapi ini tentang pelurusan fakta sejarah sekaligus meluruskan logika.

Jangan sampai anak-anak muda generasi penerus bangsa yang akan datang berpikir, sosok Gajah Mada itu cuma Kepala Satpol PP di Jaman Majapahit yang tugasnya melawan Preman. Padahal Gajah Mada adalah seorang Mahapatih yang mengatur Kerajaan Majapahit.

Jadi sangat salah besar kalau Pak Dil menganggap dia dan orang-orangnya sebagai perwujudan Gajah Mada. Pertama Pak Dil bukan Mahapatih. Dia masih bawahan Kapolri dan Kapolri dibawah Presiden. Kecuali tentu saja Pak Dil merasa Negara ini sudah dikendalikan Kepolisian. 

Kedua, Gajah Mada berperang menundukkan dan mempersatukan Nusantara. Beliau memadamkan Pemberontakan wilayah yang hendak memisahkan diri dari Majapahit.

Jadi sebenarnya kalau Pak Dil mau dimiripkan dengan Gajah Mada, minta ditugaskan jadi Kapolda Papua. Padamkan pemberontakan OPM disana!

Ketiga, Gajah Mada tidak pernah mengurusi hal yang "remeh-temeh". Sebut saja seperti mencopoti baliho. Gajah Mada juga tidak pernah membunuh rakyatnya sendiri yang tidak bersalah. Gajah Mada juga tidak mungkin memiliki rekening gendut. Dan tidak mungkin Gajah Mada tersangkut Korupsi alat Simulator SIM kan? Ha...ha...ha...

Jadi sekali lagi, Pak Dil sepertinya tidak paham sejarah kalau sampai menganggap dirinya sebagai Gajah Mada yang melawan Preman Kampung.

"Tiba-tiba ada sosok satu orang namanya Gajah Mada datang kemudian berantem sama ini preman, preman ini terbunuh, kira-kira masyarakat ini senang enggak?" kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jumat (11/12/2020).

Kutipan di atas adalah Pernyataan Pak Dil. 

Benar-benar pernyataan yang menyesatkan dan terang-benderang sebagai upaya pembenaran terhadap pembunuhan yang dilakukan oknum bawahannya kepada 6 orang Pengawal Habib MRS yang sekarang dikecam bukan saja oleh rakyat Indonesia. Tapi juga disorot oleh dunia.

"Tidak boleh ada satupun kelompok yang merasa dirinya di atas negara," lanjut Pak Dil.

Mohon maaf, saya justru merasa Pak Dil dan teamnya yang sudah bertindak diluar batas dan mungkin merasa diri mereka diatas Negara dengan semena-mena membunuh 6 orang Warga Negara yang tidak bersalah.

Karena menurut hukum dan berdasarkan aturan Negara, bersalah atau tidaknya seseorang itu dibuktikan di Pengadilan. Bukan main dar-dor dan diselesaikan ala Koboi Jalanan.

Saya tetap menyuarakan agar Pak Dil sesegera mungkin dicopot dari Kapolda. Orang seperti dia ini sangat berbahaya bagi kemanusiaan. Bukannya menyesal karena telah membunuh 6 orang anak bangsa yang tidak bersalah, malah mencari pembenaran dan mengaku-ngaku sebagai Gajah Mada!

Kepolisian harus diselamatkan dari orang-orang yang sudah kehilangan nurani. Kepolisian adalah Institusi Negara milik kita bersama. Bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat. Bertugas menegakkan hukum. Bukan main hukum sendiri. Tapi sekarang wajah Kepolisian justru menakutkan bagi sebagian rakyat yang tanpa sebab dituduh sebagai Penjahat !

COPOT FADIL IMRAN DAN USUT TUNTAS PEMBUNUHAN 6 ORANG ANAK BANGSA YANG TIDAK BERSALAH !!!

(By Azwar Siregar)

*Sumber: fb penulis

PREMANNYA SIAPA, DIL? Saya bahkan merasa perlu mengakak dulu sampai puas sebelum menulis postingan ini. Membaca berita...

Dikirim oleh Azwar pada Jumat, 11 Desember 2020