Aparat Bersenjata Sudah Standby di KM50 Sebelum Insiden Laskar FPI, Komnas HAM Sebut Petugas Pengamanan Vaksin

[PORTAL-ISLAM.ID]  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan, sejumlah pria membawa senjata laras panjang di sekitar KM 50 tol Cikampek adalah petugas yang sedang menjaga jalur pengiriman vaksin Covid-19. Keberadaan sejumlah pria ini menjadi sorotan di malam insiden enam anggota laskar FPI tewas. 

"Informasi yang kami dapat itu kaitannya dengan pengamanan vaksin. Vaksin Sinovac itu dikirim dari Soekarno-Hatta ke Bio Farma di Bandung," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, saat ditemui Senin, 28 Desember 2020, seperti dilansir Tempo.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba dari Cina pada Ahad, 6 Desember 2020 malam di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Vaksin tersebut kemudian harus langsung dibawa ke Bio Farma yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat lewat jalur darat. "Itu informasi yang kami dapat dari polisi," kata Beka.

Pada 7 Desember dini hari, bentrok antara mobil Front Pembela Islam (FPI) dengan petugas polisi yang mengikuti mereka, pecah di sekitar KM 50 Tol Cikampek.

Komnas HAM menyebut, dari informasi yang mereka peroleh dari kepolisian, dikabarkan memang terdapat sejumlah petugas yang ditempatkan di beberapa rest area. Mereka bertugas memastikan kelancaran perjalanan kendaraan yang membawa vaksin. Mereka tersebar mulai dari rest area besar hingga rest area kecil seperti KM 50.

Sebelumnya dilansir dari laporan Koran Tempo edisi 18 Desember 2020, sejumlah saksi di KM 50 mengaku melihat sosok-sosok misterius dengan senjata laras panjang berada di sana sebelum insiden (7 jam sebelumnya) yang menewaskan enam anggota Laskar FPI pecah. 

Seorang saksi di Km50 yang diwawancarai Koran Tempo ditanya "Mengapa Anda mengatakan petugas telah berada di lokasi sebelum kejadian?"

Saksi: "Mereka ada sejak (Ahad, 6 Desember) sore, menjelang magrib. Pas wudu mau salat magrib, senjatanya diselempangin di punggung."

Apa warna seragamnya?

Hitam-hitam.

Anda yakin mereka bukan cuma sedang mampir?

Kalau pengunjung, enggak bakal lama di situ.

Apa yang mereka lakukan selama tujuh jam itu?

Teman saya melihat mereka ngopi. Ditanya, ada kegiatan apa? Dijawab yang baju hitam, "Lihat saja entar. Pokoknya spesial."

Mereka ikut dalam pengepungan?

Yang bawa laras panjang itu menjaga biar enggak ada yang berkerumun. Orang-orang yang mau mendekat diusir. Pas mau akhir penangkapan kayak razia gitu. Enggak boleh rekam video. Enggak boleh ada foto. Handphone dilihat sampai ke galerinya.


*Sumber: TEMPO