Prabowo Diperebutkan AS dan China

Dalam debat Pilpres, pernah ditanyakan perihal Visa masuk Prabowo ke Amerika. 

Jawaban Prabowo: "Semua terserah pemerintah Amerika Serikat. Kami menghormatinya."

Setelah 20 tahun dicekal masuk AS, kini Prabowo malah diundang resmi pemerintah AS dan sudah mendapat Visa. Prabowo rencana akan ke AS pertengahan Oktober ini.

Perubahan sikap AS ini ditengarai karena AS tidak mau Prabowo lebih condong ke China.

Berikut liputan dari CNBCIndonesia:

PRABOWO DIPEREBUTKAN AS DAN CHINA, INI BUKTINYA

CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mencabut larangan masuk selama 20 tahun ke Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto. Ini menjadi sorotan media internasional.

South China Morning Post misalnya. Mengutip beberapa ahli media itu menyebut, langkah ini dilakukan AS untuk menyeimbangkan pengaruh militer dan ekonomi China yang tumbuh di negara terbesar di Asia Tenggara ini.

Apalagi, keputusan Washington untuk menjamu Prabowo muncul di tengah meningkatnya ketegangan AS-China yang mengguncang Asia. China dan AS bersitegang di banyak hal, termasuk Laut China Selatan (LCS).

Prabowo dulunya merupakan mantan komandan pasukan elit Kopassus. Ia ditolak visa AS pada pertengahan 2000 ketika ia ingin menghadiri wisuda putranya di Boston.

Dia mengatakan kepada Reuters pada tahun 2012 bahwa dia masih belum bisa mendapatkan visa AS. Ia dituding berada di balik kerusuhan yang menewaskan lebih dari 1.000 orang setelah jatuhnya mantan diktator Suharto pada tahun 1998.

AS ragu-ragu untuk mencabut larangan Prabowo setelah penunjukannya sebagai menteri pertahanan hampir setahun yang lalu. Padahal di periode itu China dan Rusia termasuk agresif mengundang Prabowo.

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe misalnya mengunjungi Indonesia sebagai bagian dari tur empat negara bulan lalu. Prabowo juga diundang ke Rusia menghadiri pagelaran militer.

Setelahnya berita muncul soal Menhan AS yang menelepon khusus Prabowo. Terakhir, Prabowo akan diundang ke AS pertengahan Oktober nanti.

Mengutip seorang pengamat dari National War College di Washington, Zachary Abuza menilai ini kemenangan Prabowo. "Jelas AS telah membebaskan sanksi demi hubungan bilateral," katanya ditulis SCMP.

Sementara itu peneliti di S Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University mengatakan menyeimbangkan pengaruh China penting bagi AS. "Untuk memastikan Indonesia tidak terlalu jauh ke pihak China," kata Alex Arifianto masih dikutip dari media yang sama.

"China telah secara signifikan meningkatkan investasi militer dan ekonominya - terutama infrastruktur dan pertambangan - di Indonesia sejak pemerintahan [Presiden Joko Widodo] menjabat pada tahun 2014," jelasnya lagi.

Sebelumnya, sebagaimana dilaporkan media AS Politicio, AS telah memutuskan memberi visa pada Prabowo sebagai syarat masuk ke negeri Paman Sam. Hal ini juga dibenarkan Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ini terkait undangan Pentagon yakni dari Menteri Pertahanan (Menhan) AS Mark Esper 15 hingga 19 Oktober nanti. "Undangan ini untuk melanjutkan pembicaraan detail terkait kerjasama bilateral bidang pertahanan," katanya dalam sara pers yang diterima CNBC Indonesia.