Bela Puan, PDIP Sebut Mikrofon Fraksi Demokrat Mati Otomatis


[PORTAL-ISLAM.ID]  Anggota DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu membela Ketua DPR RI Puan Maharani soal polemik mematikan mikrofon saat anggota Fraksi Demokrat menyampaikan penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Masinton membantah Puan sengaja mematikan mik Fraksi Demokrat. Dia mengatakan mik mati otomatis karena sistem sudah membatasi waktu bicara maksimal lima menit.

"Masa waktu bicara juga diatur secara otomatis, karena mik otomatis akan mati pada menit kelima," kata Masinton kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/10/2020).

Masinton menjelaskan sejak awal seluruh fraksi bersepakat untuk membatasi waktu bicara lima menit. Setiap fraksi harus mendaftarkan juru bicaranya untuk menyampaikan pandangan akhir di podium.

Anggota dewan, kata Masinton, bisa mendaftar untuk berbicara dengan menekan tombol di meja. Mereka baru boleh berbicara jika diberi izin oleh pimpinan rapat.

Ia mengatakan tak mungkin Puan mematikan mik. Sebab rapat itu tidak dipimpin oleh Puan, melainkan Azis Syamsuddin dari fraksi Golkar.

"Pimpinan DPR RI yang memimpin rapat paripurna kemarin adalah Wakil Ketua Pak Azis Syamsuddin," tuturnya.

Demokrat: Mata Publik Melihat Tangan Yang Bergerak

Pembelaan anggota DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu kepada Ketua DPR RI Puan Maharani mendapat kritik tajam dari Partai Demokrat.

Politisi Demokrat Hinca Pandjaitan mengingatkan Masinton bahwa mata publik tidak buta dalam melihat drama mikrofon dalam rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Hinca yakin rakyat melihat adegan saat Puan Maharani mendapat bisikan dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin kemudian menggerakkan tangannya ke arah mikrofon yang seketika itu juga suara anggota Fraksi Partai Demokrat, Irwan Fecho berhenti. Di mana saat itu Irwan sedang mencoba menyampaikan interupsinya.

“Mata publik tak buta melihat tangan yang bergerak itu,” kata Hinca dalam akun Twitter pribadi, Selasa (6/10).

Anggota Komisi III DPR itu juga meminta Masinton Pasaribu untuk tidak asal dalam memberi pembelaan. Sebab, kader Demokrat juga tidak bodoh.

“Jangan keluarkan komentar ceroboh, kami tidak bodoh,” sambung Hinca Pandjaitan.

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja diwarnai sejumlah atraksi politik, pimpinan rapat mematikan mik anggota Fraksi Demokrat yang sedang menyampaikan pendapat.

Aksi itu terjadi saat politikus Demokrat Irwan Fecho meminta penundaan pengesahan. Saat Irwan berbicara, pimpinan rapat Azis Syamsudin memberi kode ke Puan untuk memencet tombol.

"Kawan-kawan, kalau mau dihargai tolong menghar...," suara Irwan pun terputus. Azis pun menyudahi sesi, RUU Ciptaker langsing disahkan.

Video momen matinya mic ini viral di sosial media, salah satunya diunggah oleh politisi Demokrat Cipta Panca Laksana.

"Suara kami tolong dengar lalu sampaikan... Jadi ingat lagu @iwanfals pas lihat kelakuan Puan ini. Boro2 mau dengar. Malah mic dimatiin saat @irwan_fecho memyampaikan aspirasinya sebagai wakil rakyat," ujar Panca melalui akun twitternya @panca66.

[Video]