Tere Liye: Percayalah, NKRI Gak Akan Runtuh Gara-gara Pilkada Ditunda, Bahkan Tanpa Pejabat Satupun, NKRI Tetap Baik-baik Saja


SAYA tidak tahu kenapa sebagian elit pemerintahan itu tidak bisa melihatnya.

Pilkada 2020 itu seharusnya segera ditunda.

Bukan nyoblosnya yang berbahaya. Saat hari H pelaksanaan, saya yakin sih itu bakal tertib. Karena duit trilyunan digelontorkan. TRILYUNAN. Untuk bayar ini, bayar itu. Masa' tidak bisa tertib.

Nah, apa yang berbahaya?

Sebelum nyoblosnya. Ketika orang2 sibuk berkampanye. Berkunjung kesana kemari. Menjual kecap kesana kemari. Ada yang maksa bikin pertemuan rame2. Ada yang bikin konvoi. Ada yang bikin konser. Elu bisa melarang. Bisa. Tapi sorry, elu itu tidak punya wibawa sama sekali soal ini. Blas. Ambyar. Kecuali elu berani langsung diskualifikasi siapapun yang melanggar. Wah, nanti semua kena dong diskualifikasi? Termasuk anak, mantu, cucu, ipar, bisa2 juga kena, karena siapa yg bisa mengendalikan tim sukses? Siapa yang bisa mengendalikan kerumunan di lapangan?

Maka, sebelum kadung tambah banyak kerumunan terkait pilkada. Pertemuan. Dan orang2 cuek tdk pakai masker, dll. Mbok ya ditunda. Apa susahnya geser jadi 2021.

Berhentilah penuh drama bilang nanti pemerintahan dirugikan trilyunan karena menunda pilkada. Jangankan beginian, acara kecil ditunda saja bakal rugi. Tahulah. Tapi kita bisa mencegah sesuatu yang lebih serius. Lagian, situ kan mudah banget bagiin puluhan trilyun buat prakerja, bansos, bantuan pulsa, dll, dsbgnya. Duitnya ada ini, tahun depan anggarkan lagi buat Pilkada. Kalau kurang, tinggal ngutang. Toh sudah hobinya juga.

Tidak ada sesuatu yang mendesak sekali di pilkada ini. Memangnya NKRI runtuh gara2 pilkada ditunda setahun. Percayalah, bahkan tanpa pejabat satupun, NKRI tetap baik2 saja.

(By Tere Liye)

*fb