Nathalie Holscher Ungkap Kebahagiaannya Jadi Mualaf


[PORTAL-ISLAM.ID]  Nathalie Holscher akhirnya angkat bicara terkait keputusannya menjadi mualaf sejak sekitar satu pekan belakangan. Perempuan kelahiran Jakarta, 14 Desember 1992 itu bahagia karena keputusan dirinya menjadi mualaf mendapat dukungan dari keluarga.

Diceritakan Nathalie Holscher, keluarga besarnya memiliki agama berbeda-beda. Perbedaan itu yang kemungkinan membuat keluarganya tidak terlalu kaget dan justru memberikan dukungan kepada Nathalie menjadi mualaf sesuai dengan keyakinan hatinya.

“Keluarga, teman-teman juga support. Di keluarga banyak yang beda agama. Awal-awalnya takut pas mau ngomongin ke keluarga. Tapi ternyata yang aku takutin ternyata nggak terjadi. Keluarga bilang ya sudah yang penting sesuai dengan keyakinan kamu,” kata Nathalie Holcher, dikutip dari JawaPos, Selasa (29/9/2020).

Dalam kesempatan itu dia mengungkapkan awal mula hatinya tergerak untuk menjadi mualaf. Dikatakan Nathalie, bermula dari dirinya bermimpi sejak 2015 silam. Dalam mimpinya tersebut dia mendapat bisikan dua kalimat syahadat secara berulang-ulang.

“Mimpi kayak dibisikin dua kalimat syahadat, itu terus-terusan dari suaranya kecil sampai suaranya nyaring bergema,” katanya.

Dulu suara itu cukup aneh bagi Nathalie. Dia pun sempat merasa takut atas bisikan itu dalam mimpinya. Namun, setelah dikonsultasikan ke teman-temannya, mereka menduga hal itu sebagai bagian dari jalan hidayah. Setelah memikirkan secara matang, Nathalie akhirnya memutuskan jadi mualaf sejak pekan kemarin. Dengan didampingi komedian Sule, Nathalie mengucapkan duka kalimat syahadat yang dibimbing oleh Mualaf Center Indonesia pimpinan Steven Indra Wibowo.

Setelah memeluk agama Islam, Nathalie Holscher mulai belajar tentang cara shalat, wudlu, dan mengaji. Dia juga sudah memutuskan berhijab. Perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi sekaligus DJ itu juga menghapus tato yang sempat menempel di tubuhnya.

Diakui Nathalie Holscher, membuang tato butuh sedikit perjuangan karena tidak bisa langsung hilang. Menurutnya, butuh beberapa kali treatment sampai tato itu bisa benar-benar hilang. “Semenjak mualaf kayak nggak pede. Tato kelihatan dikit malu,” tutur Nathalie Holscher.[]