"Nanam singkong aja, kok harus Menhan?"


Cuma Singkong, Kenapa Harus Menhan?

Bertanya kenapa Menhan tapi ada frasa yang merendahkan singkong. Ada apa sih dengan singkong? Sampe aneh banget kalau Menhan yang mengurusnya.

Bob Sadino mungkin akan tertawa kalau pertanyaan itu justru keluar dari orang-orang yang dianggap berilmu.

Begini ya, banyak ulasan-ulasan dan juga cerita sukses seseorang bertani dengan tujuan mengajak kita untuk mengolah tanah dan menjadi petani. Saya pernah membaca, seorang pejabat di perusahaan TV yang mengundurkan diri dan menjadi petani. Dirinya menolak menerima gaji puluhan sampai ratusan juta/bulan dan memilih menanam sayuran bayam.

Bayangkan, hanya bayam yang dia tanam tapi omsetnya mencapai Milyaran per bulan. Jauh melampaui pendapatannya selama menjadi pejabat di perusahaan TV nasional. Mungkin saat ia memulai, rekan-rekannya juga kaget dan bertanya..

"Mau nanam Bayam...?"

Memang Bayam yang ditanam, namun menanamnya dengan konsep yang luar biasa hebatnya. Ia mampu meningkatkan pendapatan diri dan mampu menggalang kelompok petani untuk ikut didalamnya. Secara gak langsung ia berhasil mengubah mindset petani yang anggap bayam bukanlah komoditi unggulan.

Prabowo membuka pemberitaan ketika proyek ketahanan pangan yang ia pegang, memfokuskan pada jenis tanaman singkong. Berbagai opini keluar dengan nada negatif berusaha untuk mensejajarkan jabatan Menhan dan Singkong. 😳

"Nanam singkong aja, kok harus Menhan?"

Mungkin begitu obrolan pembuka untuk mengalirkan segala ejekan dan tertawaan yang muncul mengiringinya.

Begini, yang harus kita lihat disini adalah jabatan Menhannya dulu. Andai jabatan Prabowo bukan Menhan, kayaknya mustahil beliau akan mendapatkan proyek ketahanan pangan ini. Karena dalam sejarahnya, Kemenhan bersama Panglima TNI sudah terlibat sejak lama dalam ketahanan pangan. Dari era Soeharto, keterlibatan TNI (dulu ABRI) memang sudah terjadi.

Penunjukan Prabowo untuk memimpin proyek ini didasari karena Ketahanan Pangan juga merupakan bentuk Pertahanan Negara agar negara tidak mengalami krisis pangan yang akan berakibat terhadap instabilitas negara.

Keterlibatan militer dalam pangan juga ternyata sudah berlangsung sejak lama dan dalam beberapa tahun terakhir, TNI turut ikut serta secara aktif dalam mengurusi pangan seperti dalam kegiatan cetak sawah, memberikan penyuluhan, dan juga terjun langsung menanam padi.

Sebagai Menhan, ini juga akan menjadi ujian bagi Prabowo di tengah banyaknya tugas utama di bidang pertahanan dan juga sebagai ujian untuk menunjukkan komitmen dan strateginya dalam mengurusi pangan di Indonesia, yang memang menjadi concern-nya sejak lama. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, penunjukan Prabowo harus diapresiasi dan didukung oleh berbagai pihak agar tujuan dari cadangan strategis pangan ini tercapai demi ketahanan pangan Indonesia.

Kenapa harus singkong?

Banyakin baca deh, cari tau apa saja fungsi singkong dan peranannya dalam urusan pangan. Sekalian kulik juga bagaimana sejarah singkong yang mampu bebaskan rakyat indonesia dari kelaparan. Jika masih kurang, liat data BPS. Berapa impor singkong kita bersama patinya selama kurun waktu berjalan. Dan jangan lupa juga membandingkan berapa kemampuan ekspor singkong kita.

Kalau masih penasaran kenapa singkong, coba tanya sama petani singkong di Lampung. Kenapa mereka memilih nanam singkong dibandingkan nanam Jagung atau Padi.

Jangan kaget jika jawabannya buat kita geleng kepala karena baru menyadarinya.

Jadi buat yang mencoba menunggangi singkong untuk bahan nyinyir ke Prabowo, tolong deh dipelajari lagi sejarahnya. Banyak bahan bagus untuk kritisi Menhan, jika soal nanam singkong dijadikan tema kritik Menhan, kayaknya kok mentah banget.

Gak ada topik berat lagi apa, buat nyari kekurangan Menhan? Masak cuma soal nanam singkong doank? Banyak baca, banyak gali lagi literasi. Biar nemuin bahasan yang tepat untuk menghantam Menhan.

Kalau macam nama Charles, Kevin, Steve atau Fernando merendahkan singkong, bisa dimaklumi sih. Secara mungkin mereka besar tidak akrab dengan makanan berbahan singkong.

Coba periksa dulu namamu, biar gak malu menunggangi Singkong.

(By Iwan Balaoe)