Macron Akhirnya Mengajak Damai Turki


Si Macron presiden Prancis ini akhirnya sadar. Dia minta dialog setelah sebelumnya "ngajak perang" dengan Turki, sebuah negeri muslim sunni yang banyak membantu negeri-negeri lain.

Sebelumnya si Macron ini memprovokasi negara-negara Eropa untuk menyudutkan Turki. Dia memprovokasi Yunani untuk berperang melawan Turki karena takut negara-negara jajahannya di Afrika akan bangkit setelah mereka tercerahkan oleh pengaruh Turki.

Dia takut Islam akan semakin kuat oleh sebab itu si Macron ini secara sombong mendukung media Charlie Hebdo menghina Nabi Muhammad Saw dengan membuat karikatur pelecehan kepada Rasul kita umat Islam.

Menariknya dia men tweet dengan menggunakan bahasa Turki. Sepertinya dia ingin agar semua orang Turki dapat membaca pesan dia, maka dia menulis dalam bahasa Turki.

Seorang netizen Turki berkomentar, "Anda orang Prancis dikenal karena nasionalisme dan kesombongan Anda. Anda tidak bisa berbicara bahasa lain selain bahasa Prancis sehingga bahasa Anda bisa digunakan di mana-mana. Tetapi ini juga merupakan langkah yang baik, jika Anda mulai berbicara bahasa Turki sebagai presiden, semua rakyat Anda harus segera belajar bahasa Turki."

Netizen Turki yang lain membalas: "Selain belajar bahasa Turki, Anda juga harus kursus ilmu pengetahuan". Sambil memposting foto Erdogan-Macron. Ini sindiran karena beberapa hari sebelumnya Erdogan menyebut Macron tidak punya pengetahun akan sejarah.

Netizen Turki mengejek si Macron ini yang tadinya begitu semangat untuk mengucilkan Turki. Dia berfikir bahwa Turki masih seperti dulu di era kekusaan partai sekuler yang bisa digertak sehingga saat itu laut-laut Turki diserahkan ke Yunani oleh rezim sekuer.

Dia kira selamanya negeri-negeri muslim akan terus tertidur.

(Teuku Zulkhairi)