KEKALAHAN KAUM MUSLIMIN


KEKALAHAN KAUM MUSLIMIN

Nenek moyang kedua imperium itu telah terlibat dalam konflik ratusan tahun.

Baku bunuh, dendam, kebencian hingga Takfir (mengkafirkan) serampangan menjadi episode terkelam yang dijalani dialami kedua pihak.

Kerajaan Saudi lah yang pertama kali melancarkan ekspansi. Padahal mereka waktu itu masih 'sabuk putih'. Nekat meski masih belajar meraba. Berani meski pasukannya masih amatir.

Saudi merangsek merebut Haramain. Hingga Irak di utara. Disana mereka hancurkan kuil Syi'ah, dan meratakan batu-batu di semen yang dijadikan kuburan-kuburan keramat.

Ekspansi Saudi berlanjut terus sampai berani mengusik negeri Syam yang merupakan wilayah kedaulatan Utsmani.

Walhasil sang Superpower marah besar. Khalifah kemudian mengutus penguasa Mesir untuk balik menyerang kerajaan kecil itu.

Dalam waktu singkat kerajaan Saudi binasa. Rajanya dipenggal. Keluarganya diarak dan dipermalukan. Ibukotanya pun diratakan dengan tanah.

Tapi perlawanan tidak padam. Ulama-ulama Najd membalas dengan fatwa-fatwa Takfir dan Tabdi. Mereka terang-terangan menuding dinasti penguasa Istanbul yang baru saja mengalahkan mereka.

Memang saat itu praktek keagamaan Utsmani tidak ideal bagi dunia Islam.

Salahnya banyak. Dosanya banyak.

Kesyirikan terjadi dimana-mana. Mereka bahkan menggunakan tentara bayaran kafir untuk memerangi muslim Saudi.

Kebaikan Utsmani memang tidak terhitung. Tapi seolah terhapus kesalahan-kesalahan mendasar dalam pondasi Islam itu.

Waktu berlalu, roda berputar. Ganti Turki yang dihantam badai bertubi.

Mesir yang tadinya menjadi ujung tombak menghancurkan Saudi, malah duluan memberontak.

Negeri Firaun itu berkomplot dengan Inggris melawan Khalifah demi memerdekakan diri.

Sial, Mesir kena apes. Ditipu Inggris dan hidup terhina menjadi jajahannya. Hendak lepas dari rumah Khilafah yang nyaman, malah masuk kandang dan tipudaya buaya Inggris.

Berbarengan pemberontakan Mesir, di dalam pusat kekuasaannya sendiri, Turki muda yang sekuler menggerogoti pemerintahan Utsmani.

Mereka menguat karena disokong Barat dan Yahudi.

Masih belum cukup. Turki kalah dalam PD I karena mendukung Jerman.

Entah dosa apa, Turki yang masih babak belur kembali dihajar pemberontakan Syarif Hussein di Haramain. Padahal Syarif Hussein ini tadinya mereka percaya mengendalikan Bani Saud yang kalah perang.

Lagi-lagi Inggris yang diajak berkomplot oleh para pengkhianat Turki.

Inggris memunculkan Attaturk sebagai pahlawan. Mereka banjiri ia dengan kekuasaan dan kekayaan.

Tugasnya sederhana. Pertama kali adalah mencopot kekuasaan Khalifah. Ia buat tinggal simbol tanpa gigi.

Dan diakhiri dengan mendirikan Turki Sekuler yang menghapus Kekhalifahan Utsmani selamanya pada 1924.

Sultan Abdul Majid II sang Khalifah terakhir, ditendangnya dari Turki. Diasingkan ke Perancis secara permanen.

Tapi ketika beliau wafat, Kemuliaan bani Saud melegenda:

Raja Abdul Aziz meminta jenazah Sultan terakhir kaum muslimin itu dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.

Penghormatan terakhir pada musuhnya secara ksatria.

Hari itu berakhirlah cerita konflik Saudi - Utsmani.

Tapi belakangan ini banyak orang mengorek kembali perseteruan mereka.

Mengorek luka lama yang sebetulnya adalah kekalahan kita semua.

Kekalahan kaum muslimin dimanapun berada...


(Ditulis oleh Pega Aji Sitama Diedit oleh Fathi Nasrullah)