Jimly: Pemerintah Pusat Kok Beroposisi ke Pemda? Aneh, Lucu dan Bahaya


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Jimly Asshiddiqie kembali menyoroti perseteruan pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda), khususnya Pemda DKI Jakarta.

Keputusan rem darurat penanganan pandemi covid-19 dengan diterapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendapat kritik dari beberapa Menteri.

Dua menteri yang mengkritisi keputusan Anies Baswedan adalah Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar.

Kritikan tiga menteri ini tidak sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bahwa kesehatan adalah segala-galanya.

Menanggapi sikap Pemerintah Pusat (Pempus) dalam hal tiga menteri ini, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menyarankan, agar pejabat pusat tidak lagi mengeluarkan statemen asal-asalan hingga membenarkan pendapat orang bahwa ada terjadi jegal-jegalan untuk Pilpres 2024.

“Untuk pelajaran ke depan, baiknya menteri-menteri dan pejabat pusat jangan lagi buat statemen asal beda dengan Gubernur, terutama DKI, seolah benarkan prsepsi terjadinya jegal-jegaan untuk pilpres 2024,” kata Jimly di akun twitternya @JimlyAs pada, Sabtu (12/9/2020).

Jimly heran melihat sikap pejabat pemerintah pusat (pempus) yang terkesan menjadi oposisi pemerintah daerah.

“Pempus kok beroposisi ke Pemda. Aneh, lucu dan bahaya. Baiknya Presiden luruskan dan Pemda juga tahu posisi sebagai subsistem,” tandas Jimly Asshiddiqie.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan data terkait lonjakan pasien positif COVID-19.

"Pak @aniesbaswedan yth, Minta waktu ketemu presiden @jokowi langsung pak. Sampaikan data yg bapak punya, bapak pernah dekat dengan beliau. Janganlah kesalahan data peminpin lalu mereka bersengketa di depan takyat yang jadi korban. Banyak orang meregang nyawa hari2 ini," saran Fahri Hamzah di akun twiternya.[]