'Berkah' Pandemi Corona, Warga Sipil Suriah Yang Tewas Oleh Rezim Berkurang Drastis 1/3 nya


Pepatah Arab bilang:

"Mushiibatul qaum, Faaidatul qaum"
(Musibah yang menimpa suatu kaum, bisa menjadi Keuntungan bagi kaum yang lain)

Entah harus bersyukur atau bersedih. Yang jelas mewabahnya Covid-19 membawa keuntungan tersendiri bagi muslim Suriah.

Sejak awal Februari 2020, awal pandemik Covid-19 di seluruh dunia, Rezim Assad feat Rusia terpaksa melakukan Lockdown atau Karantina atas seluruh divisi pasukannya.

Mereka dimasukkan ke barak-barak atau dipulangkan ke rumah ibu atau ayahnya seperti lagunya Betharia Sonata.

Otomatis serangan membabi buta tanpa pandang bulu ke wilayah-wilayah sipil muslim Suriah menurun drastis.

Bahkan bisa dibilang selama 5 bulan sejak awal Maret hingga akhir Juli 2020 nyaris tidak ada bombardir keji ke daerah sipil muslim Suriah.

Maka itu alhamdulIllah statistik gugurnya warga sipil berkurang lebih dari sepertiganya.

Beberapa puluh sipil muslim Suriah yang gugur pada bulan-bulan tersebut banyak disebabkan ranjau-ranjau darat, Atau serangan mortir dan altileri berat yang ditembakkan secara asal-asalan sekedar menjaga moril tempur pasukan rezim Assad.


Tapi sejak pertengahan Agustus, pasukan rezim kembali menggeliat. Beberapa titik wilayah pejuang kembali diserang secara sporadis. Bahkan 2 hari terakhir rezim membakar pegunungan Turkman (Jabal Turkman) demi melumpuhkan taktik gerilya hutan yang diterapkan pejuang.

Taktik tersebut, Ditambah taktik terowongan ala Vietcong alhamdulIllah terbukti membuat gerak maju rezim 4 tahun terakhir berhenti total.

Segala cara dan teknologi canggih yang dikerahkan alhamdulIllah gagal total di hadapan strategi kuno yang masyaAllah efektif dan efisien ini.

Sumber: SNHR (Syrian Network for Human Rights)

[By Fathi Nasrullah]

Pepatah Arab bilang : "Mushiibatul qaum, Faaidatul qaum" Musibah yang menimpa suatu kaum, Bisa menjadi keuntungan bagi...
Dikirim oleh Fathi Nasrullah pada Selasa, 01 September 2020
loading...