Menertawakan Pilkada Solo


Menertawakan Pilkada Solo

Munculnya Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa sebagai satu-satunya pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota (cawali-cawawali) dari partai politik memantik kritik warga.

Memang masih ada calon penantang, yakni Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo). Namun pasangan ini adalah calon perseorangan yang masih berjuang lolos verifi kasi faktual. Warga pun mengekspresikan kekecewaan di berbagai forum, seperti wedangan, obrolan santai, dan unggahan di media sosial.

Fenomena itu ditangkap seorang dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS), Andi Setiawan, 40, dan diilustrasikan ke dalam media visual. Karya ilustrasi karya Andi lantas diunggah di akun medsos pribadinya, baik Facebook, Instagram, dan Twitter. Salah satu karya Andi adalah ilustrasi aktivitas pemotongan daging kurban yang diungah pada Sabtu (1/8) di akun Facebooknya.

Dalam gambar itu Andi menggambarkan kesibukan saat Idul Adha di sebuah masjid di Solo. Gambar itu disertai obrolan antar figur yang ada di gambar. Saat sesi pengepakan, seorang figur gambar bertanya kemana sate daging akan ditaruh.

“Bu ini sate yang sudah siap dimasukkan ke mana?,” tanya figur yang digambarkan sebagai sosok laki-laki berkaos putih dan mengenakan peci hitam. Pertanyaan itu dijawab figur perempuan di gambar itu agar dimasukkan ke kotak kosong.

“Masukkan semua hasilnya ke kotak kosong saja ya!!!” tutur figur perempuan berpakaian warna ungu tersebut.

Di ilustrasi gambar lainnya Andi menggambarkan sejumlah orang yang berkerumun di sekitar kursi kayu bertuliskan calon wali kota.

Orang-orang itu digambarkan dari berbagai kalangan masyarakat dan sedang tertawa terbahak-bahak. Di belakang kursi tersebut terpampang spanduk bertuliskan, “Koalisi warga Solo menertawakan Pilkada yang nganu dan wagu.”

Berita tentang Mentertawakan Pilkada Solo tersebut menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi Selasa 4 Agustus 2020.