Bantahan PKS Solo atas Adanya Uang 1 Miliar untuk Mengusung Purnomo-Anung yang Disampaikan PSI

Ketua DPD PKS Kota Solo, Abdul Ghofar Ismail (dok.timlo.net)

[PORTAL-ISLAM.ID]  SOLO - Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, mengklaim tidak ada tawaran dari pihak mana pun untuk mengusung pasangan Purnomo-Anung sebagai cawali-cawawali di Pilkada, 9 Desember 2020.

Ghofar juga menyatakan tidak ada pihak yang menawari PKS sejumlah uang untuk mengusung Achmad Purnomo yang merupakan Wawali dan Anung Indro Susanto yang pensiun PNS Pemkot Solo itu.

“Kami tetap sesuai aturan. Dalam artian aturannya membangun koalisi, kami bangun koalisi, mencalonkan siapa pun yang punya hak dicalonkan. Kami kedepankan proses-proses yang sesuai aturan main,” ujar dia, Rabu (5/8/2020) malam.

Pernyataan itu disampaikan politikus PKS itu menanggapi pengakuan Ketua DPD PSI Solo Antonius Yogo Prabowo soal adanya tawaran Rp1 miliar dari pihak tertentu untuk mengusung Purnomo-Anung di Pilkada Solo.

Dalam pernyataannya, Yogo menjelaskan orang-orang yang mengaku akan mengusung Purnomo-Anung di Pilkada 2020 menyebut koalisi parpol yang akan dibangun terdiri dari PKS, PAN, dan PSI.

Ghofar mengaku belum pernah berkomunikasi dengan Anung Indro Susanto atau pun orang dekatnya terkait kemungkinan diusung di Pilkada Solo.

Purnomo-Anung Bantah Tawarkan Rp1 Miliar Ke PSI Agar Diusung Di Pilkada Solo 2020

“Saya belum pernah komunikasi dengan Pak Anung maupun orangnya Pak Anung. Saya komunikasinya hanya dengan tiga partai, yaitu PAN, Partai Gerindra, dan Partai Golkar,” sambung dia.

Komunikasi Dengan Parpol

Komunikasi yang dilakukan dengan tiga parpol itu terjadi di Gedung DPRD Solo. Komunikasi itu menurut Ghofar juga hanya perbincangan informal.

“Kami pernah ketemu. Habis itu belum ketemu lagi. cuma ngobrol-ngobrol nonformal di DPRD. Ada beberapa orang yang minta ketemu kami. Semuanya tidak ada pembicaraan uang,” kata dia.

Seperti diketahui, Anung Indro Susanto pada 2015 lalu sempat maju sebagai calon wali kota (cawali) di Pilkada Solo. Anung sudah menyampaikan bantahan terkait tawaran uang kepada PSI agar mengusung dirinya di pilkada tahun ini.

Anung bahkan mengaku tidak ada rencana untuk maju di Pilkada Solo 2020. Bantahan senada disampaikan Achmad Purnomo yang sampai saat ini masih tercatat sebagai kader PDIP.

Purnomo juga mengaku tidak tahu ada pihak yang hendak mengusung dirinya bersama Anung di Pilkada nanti. Apalagi soal tawaran uang ke PSI yang mengusung dirinya dan Anung. Purnomo mengaku sama sekali tidak tahu.

Sumber: Solopos