Fenomena Gibran dan "Betapa Tidak Berdayanya Rakyat Indonesia"


Fenomena Gibran dan "Betapa Tidak Berdayanya Rakyat Indonesia"

Terhadap topik Gibran, saya lebih tertarik untuk mengamati dari sisi "pemikiran strategis" DARIPADA mencermati dari sisi "politik praktis".

KENAPA .. ?

Ya, karena kalau sudah masuk ke wilayah politik praktis SELALU SAJA ADA PEMBENARAN! SELALU SAJA ADA PERMAKLUMAN!!!

Jika ditinjau dari sudut pandang politik praktis MAKA pencalonan Gibran tidak melanggar regulasi apapun! Baik secara regulasi internal kepartaian, maupun regulasi negara, semuanya sah dan legal!

TETAPI ....jika dilihat dari sudut pandang strategis, SETIDAKNYA ADA 2 (DUA) HAL YANG SANGAT MENYAKITKAN ATAS NEGERI INI:

(1) Betapa Tidak Berdayanya Rakyat Indonesia

Sebagaimana yang saya tulis sebelumnya:

Negeri Yang "Tergadaikan"

ADALAH SALAH BESAR JIKA ngomongin Pencalonan Gibran HANYA DENGAN MELIHAT sosok Gibran, Pak Jokowi dan PDIP....

Melainkan ada Cukong Penyandang Dana dan Kelompok Oligarki yang telah mengacak-acak Kehidupan Demokrasi di Indonesia.

YA BETUL ..... Pemilik Kapital, dialah sesungguhnya Penguasa Negeri ini, sementara Rakyat Tidak Berdaya dan Tidak Berdaulat atas Negerinya Sendiri ....

*Tanya : Lho, rakyat berdaulat 'dong, Mereka masih bisa memutuskan memilih atau tidak!

*Jawab : Gimana bisa dikatakan berdaulat, JIKA pilihan yang disodorkan (dengan atas nama regulasi) HANYA ITU ????

Dengan mengambil Studi Kasus Gibran - Solo, COBA saja tidak ada Ketentuan Treshhold ...., COBA saja PDIP konsisten dengan kredo-nya sebagai Partai Kader (yang lebih memberi kesempatan kepada kader yang sudah menjalani proses berjenjang sebagai Kader) ....COBA saja tidak ada Cukong Penyandang Dana dan Entitas Oligarki yang "ngombyongi" Gibran ......

MAKA TENTU SAJA akan menghasilkan Opsi yang lebih baik untuk Warga Solo.

(2) Kebohongan dan Kedustaan sudah menjadi hal lazim DAN Tanpa punya malu terus dipertontonkan.

Silakan perhatikan gambar Gibran di atas! Itu adalah pernyataan Gibran, pada Bulan Desember 2019 (ketika rekomendasi PDIP belum jelas ujung pangkalnya).

Baca ini...

23 Desember 2019
Gibran : Saya Tak Butuh Endorse Jokowi, Bapak Tak Perlu Turun Tangan
https://kumparan.com/kumparannews/gibran-saya-tak-butuh-endorse-jokowi-bapak-tak-perlu-turun-tangan-1sV7CWE5LOF/full

TETAPI APA YANG TERJADI ????

Pernyataan Gibran adalah sebuah Kebohongan Besar dan Kedustaan Yang Nyata!

Mau dibilang "secara langsung ataupun tidak langsung", Si Bapak JELAS-JELAS TELAH meng- endorse dan jelas-jelas telah turun tangan dengan:

Dipanggil ke Istana, Purnomo: Diberitahu Pak Jokowi yang Dapat Rekomendasi Gibran sama Teguh
https://regional.kompas.com/read/2020/07/17/05150011/dipanggil-ke-istana-purnomo-diberitahu-pak-jokowi-yang-dapat-rekomendasi

Terkuak! Permintaan Jokowi pada Achmad Purnomo Demi Gibran Rakabuming Maju di Solo
https://www.kompas.tv/article/94619/terkuak-permintaan-jokowi-pada-achmad-purnomo-demi-gibran-rakabuming-maju-di-solo

Menggunakan lokasi / fasilitas kepresidenan pula!

Purnomo Ngaku Ditawari Jabatan oleh Jokowi Timbal Balik Gibran, Namun Menolak
https://news.detik.com/berita/d-5097350/purnomo-ngaku-ditawari-jabatan-oleh-jokowi-timbal-balik-gibran-namun-menolak

Itu jelas-jelas sudah kecenderungan "abuse of power"!

Penyalahgunaan Kekuasaan dengan niat hendak "menyogok" Pak Ahmad Purnomo, demi memuluskan/memperlancar pencalonan anaknya.

YAA..... 

Kebohongan dan Kedustaan sudah menjadi hal lazim, TANPA RAKYAT BISA BERBUAT APA-APA (dalam konteks ini adalah Rakyat Solo, karena opsi yang disajikan [sebagai hasil regulasi] adalah cuman itu).

MAKA DARI ITU .... selalu saya katakan BAHWA perjuangan untuk "Indonesia Lebih Baik" itu membutuhkan proses panjang dan spartan.

JANGAN TERLALU BERHARAP LEBIH (over ekspektasi) akan ada perubahan mendasar pada perpolitikan nasional KEPADA Elit-Elit Politik yang Sekarang,

APALAGI ketika masyarakat masih mudah goyah OLEH Kaos dan Uang ce pek ceng saat jelang Hari H Pilpres / Pligub / Pilbup & Pilwakot SERTA Pileg.

Menyiapkan Generasi Khoiru Ummah buat masa depan, itulah yang harus diupayakan.

(By Tara Palasara)