Ayah Erdogan Hebat untuk Pendidikan Erdogan


Sebalah kanan adalah Ahmet Erdoğan ayahanda Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Orang tua Erdogan dikenal sangat religius. Keluarga muslim yang taat. Ahmet Erdoğan adalah pelaut dan merupakan anggota dari Turki Coast Guard. Meninggal pada tahun 1988.

Recep Tayyip Erdogan lahir 26 Februari 1954 di lingkungan Kasimpasa kawasan Istanbul dan menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman di Provinsi Rize pesisir Laut Hitam dan kembali ke Istanbul pada usia sekitar 13 tahun.

Erdogan kecil dididik orang tuanya dengan pendidikan agama. Ia belajar di sekolah agama, Sekolah Imam Hatip. Ia kemudian belajar Business Administration di Aksaray School of Economics and Commercial Sciences (sekarang dikenal sebagai Universitas Marmara).

Saat remaja, Erdogan menjual limun dan wijen roti di jalan-jalan kota kabupaten untuk mendapatkan uang tambahan.

Dari kecil ia sudah mampu mandiri, bekerja sebagai penjaga pantai di laut Hitam, kota Rize, terpaan kondisi membuat ia semakin tangguh, berani dan sabar.

Usia 13 tahun, orang tua Erdogan menempatkan anaknya di sekolah yang terbaik, terutama pendidikan keislamannya, di sekolah dasar Ibtidaiyah bersama anak-anak kota Qasim. Penduduk Qasim terkenal dengan ketangguhan, kesungguhan, tanggung jawab dan keberanian. Kondisi sekolah dan lingkungan mempengaruhi pembentukan karakter ataupun prilaku Erdogan, sampai sekarang ia presiden paling berani. Ayah Erdogan sangat hebat mampu menempatkan anaknya di lingkungan  terbaik. Disisi lainnya kekuatan sekulerisme begitu mengakar di Turki yang di bangun oleh Kamal Attaturk.


Setelah tamat sekolah dasar, lanjut Sekolah Menengah Imam Hatip, sekolah yang mengajarkan ilmu fikih, tajwid, aqidah, akhlaq, serta pendidikan yang memadukan pendidikan agama klasik dan modren. Pendidikan seperti ini menjadikan Erdogan orang yang bijaksana, adil dan pertengahan, cerdas retorikanya. Ayahnya hebat mengantarkan ke sekolah yang mampu membentuk perilakunya, dan membentuk jiwa kepemimpinan, dan ini dirasakan saat Erdogan menjadi Walikota sampai Presiden.

Di waktu sekolah Erdogan berjualan kue, jualan jus untuk membantu orangtua mencari nafkah. Ayahnya hebat mengajarkan mental anaknya, mengajarkan tentang keyakinan dan kemandirian dalam berusaha. Setelah tamat sekolah menengah Erdogan kuliah di Universitas Marmara Istambul belajar ilmu ekonomi.

Wajar Erdogan pemimpin kelas dunia, karena Erdogan melewati proses pendidikan yang begitu panjang.

Pertama dimulai dari kesungguhan Ayahnya dalam mengajarkan makna kehidupan, ini penting sekolah kehidupan barangkali tidak ditemukan di sekolah formal.

Kedua Ayahnya begitu kehati-hatian dan sangat teliti dalam menemukan serta menentukan pendidikan anaknya di saat wabah sekulerisme yang menggurita.

(Zulfikri)