Ambisi yang Meluluh-lantakkan Negeri: PLN Terancam Kolaps


Ambisi yang meluluh-lantakkan Negeri

Nasib PLN: Utang Menggunung dan Terancam Kolaps
https://kumparan.com/kumparanbisnis/nasib-pln-utang-menggunung-dan-terancam-kolaps-1tsS2HG1fCf/full


Poin-poin penting dari artikel tersebut di atas adalah:

(1) Yang ngomong adalah Ekonom Senior Faisal Basri, yang nota bene adalah Pendukung Pak Jokowi pada Pilpres 2019 lalu.

(2) PLN terancam kolaps KARENA:

- Politik Pencitraan yang dijalankan oleh Pemerintah Jokowi pada Periode Pertama, yaitu diantaranya: Kompensasi tarif selama 2 tahun KARENA kebijakan Presiden Jokowi TIDAK MENAIKKAN tarif listrik.

- Terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat kebiasaan perusahaan mencari pinjaman Rp 100 triliun per Tahun selama lima tahun terakhir. Utang tersebut untuk membiayai proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah sejak 2015.

PADAHAL ....Dr. Rizal Ramli sewaktu diangkat sbg Menko Maritim (menggantikan Dr. Indroyono Susilo) di Periode I Pemerintahan Jokowi SUDAH MEMPERINGATKAN AKAN BAHAYANYA PROYEK TERSEBUT DAN HENDAK MEREVISINYA.

Membahayakan PLN, Rizal Ramli Revisi Megaproyek Listrik Jadi 16 GW
https://katadata.co.id/yurasyahrul/energi/5e9a56ebb4b53/membahayakan-pln-rizal-ramli-revisi-megaproyek-listrik-jadi-16-gw

Kritikan Pedas Rizal Ramli soal Megaproyek 35 Ribu Mw
https://economy.okezone.com/read/2015/08/23/19/1201141/kritikan-pedas-rizal-ramli-soal-megaproyek-35-ribu-mw

NAMUN... gara-gara sering "meributkan" Proyek 35.000 MW itulah AKHIRNYA Pak RR di-reshuffle dengan isu tidak mampu menangani Kasus Dwelling Time - Pelabuhan Tj Priok.

Menteri teknis -nya (Menteri Perhubungan) tidak dicopot, melainkan Menko nya 😬 Aneh !

Tanya - Jawab:

(1) Tanya : Lho berarti Pak Jokowi pro rakyat 'dong A' ? itu meminta PLN tidak menaikkan tarif listrik.

Jawab : Iya, Pro Rakyat yang Bermotif! yaitu TETAP ingin menjaga citra DEMI PEMENANGAN PILPRES 2019 karena selama Periode I sudah mencabuti (berbagai) Subsidi Listrik.

Maksudnya, kalau akhirnya meminta PLN untuk "nalangin" KENAPA JUGA (sebelumnya) cabut-cabut  subsidi segala?

(2) Tanya : Bukankah Ketersediaan Listrik itu penting untuk menunjang Industrialisasi di Indonesia?

Jawab : BAGUS ! untuk strateginya tidak salah ..... Yang salah adalah ada "pemanfaatan terselubung" dan "Ambisi Tak Mengukur Diri" OLEH KARENA :

a). Sesuai peraturan MAKA pihak PLN harus membeli pasokan listrik dari pihak swasta. Masalah gimana PLN ngejualnya kembali ... , untung atau rugi ... ,bukan urusan swasta.

b). Hampir 100 persen pendanaan UNTUK PEMBANGUNAN Pembangkit oleh PLN, dilakukan dari pinjaman.

Berbagai literasi memberi petunjuk BAHWA Gagasan-Gagasan Pembangunan Infrastruktur macam Proyek Listrik 35 Ribu MW ini adalah BUKAN DARI PRIBADI Pak Jokowi ! karena pada jelang kampanye Pilpres, Pak Jokowi masih fokus koar-koar UNTUK FOKUS pada Pembangunan SDM.

Link Pendukung lainnya :

Investasi di Proyek Listrik 35 GW, PLN Terlilit Utang Hampir Rp 500 T
https://katadata.co.id/febrianaiskana/energi/5ef4815172407/investasi-di-proyek-listrik-35-gw-pln-terlilit-utang-hampir-rp-500-t

Rugi Rp 38 T, PLN Tagih Utangnya ke Pemerintah Agar Tetap Beroperasi
https://katadata.co.id/febrianaiskana/energi/5ef451438efd5/rugi-rp-38-t-pln-tagih-utangnya-ke-pemerintah-agar-tetap-beroperasi

Bos PLN Ungkap Nilai Utang Perusahaan, Capai Rp 500 T
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200626092022-4-168209/bos-pln-ungkap-nilai-utang-perusahaan-capai-rp-500-t


TAPI.....,  kalau memang topik ini relevan untuk BUMN dan itupun PLN, Kenapa judulnya 'kok "meluluh-lantakkan Negeri" ???

Iya, NEGERI .... karena permasalahan dengan substansi yang sama SAAT INI SEDANG MENIMPA NEGERI yaitu Pembangunan dilakukan secara besar-besaran, TETAPI tidak mengukur kemampuan dan lalu muncul pertanyaan .. SEBETULNYA dibangun untuk siapa? JIKA AKHIRNYA dampak akibat masalah KEMBALI ditanggung oleh rakyat JUGA.

Utang Pemerintah Tembus Rp 5.264 T per Juni 2020
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200722090715-4-174483/sbn-dominan-utang-pemerintah-tembus-rp-5264-t-per-juni-2020


TAHU KHAN, DAMPAK LONJAKAN HUTANG ITU "AKHIRNYA" YANG MENANGGUNG SIAPA ??? IYA RAKYAT !

Baik menanggung secara langsung seperti : Intensifikasi & Ekstensifikasi Pajak, Kenaikan berbagai Retribusi ....

Menanggung tidak langsung : sebagai End User / Konsumen Akhir atas Produk Barang & Jasa....

Ambisi memang bisa meluluh-lantakkan .... yang berujung kepada penderitaan !

(By Tara Palasara)