Air Mata Pria Skotlandia Ketika Islam Menyapa


AIR MATA PRIA SKOTLANDIA KETIKA ISLAM MENYAPA

Suara azan yang didengarnya ketika berlibur di Turki, mengetuk hatinya untuk mempelajari Islam. Alan Rooney langsung membeli Qur'an di toko buku, mulai mempelajari Qur'an dan salat.

"Begitu kembali ke Inverness, saya ke toko buku dan membeli Quran dan mulai membacanya. Saat membacanya, saya meminta kepada Tuhan untuk menuntun saya dalam perjalanan ini (perjalanan mencari kebenaran -red)," kata Rooney kepada BBC.

"Saya terus membaca Quran, saya baca tiga kali, mencari kelemahannya. Namun tidak ada. Saya merasa nyaman dengan semuanya," tambah Rooney

Alan Rooney mengatakan "Quran begitu mengguncangkan jiwa, karena apa yang dibaca begitu banyak tentang diri sendiri, dan saya memutuskan untuk berubah."

"Saya lakukan ini sendiri sekitar 18 bulan, tanpa bantuan siapa pun dan sebelum saya bertemu dengan seorang Muslim pun."

Setelah yakin dengan apa yang ia pelajari baru ia memutuskan masuk Islam dengan mengucapkan kalimat syahadat di masjid Inverness, Skotlandia. (Inverness sering disebut sebagai ibu kota Dataran Tinggi Skotlandia.).

"Setelah 18 bulan, saya menganggap diri saya Muslim. Saya salat lima kali sehari, berpuasa di bulan Ramadan dan makan dan minum sesuai dengan ajaran Islam," katanya ketika itu.

Dr Waheed Khan, pengurus masjid di Inverness, yang menyaksikan Alan mengucapkan kalimat syahadat, mengatakan pria Skotlandia ini "sudah berulang kali membaca Qur'an, berpuasa" sebelum masuk Islam.

"Ini perjalanan spiritual dia, dia belajar terlebih dahulu, dan ketika datang ke masjid, dia sudah banyak mengetahui tentang Islam. Di luar itu, dia pria yang baik, dia juga sangat sopan, rendah hati," kata Waheed Khan kepada BBC News.

Dalam perjalanan spiritualnya menemukan Islam, Alan bercerita apa yang ia sebut "meneteskan air mata paling indah."

"Pertama kali saya menangis dengan air mata paling indah yang pernah saya rasakan adalah saat saya berada di Padang Arafah, di luar Mekah saat menunaikan ibadah haji," cerita Alan tentang pengalaman tahun 2016 itu.

"Saya tidak pernah merasakan air mata seperti ini sebelumnya. Rasanya sangat berharga, seperti permata, dengan kesucian yang sangat dalam. Saya bahkan ingat suhu air mata ini, terasa dingin, tidak seperti air mata hangat saat kita menangis."

Air mata yang menunjukkan "berkah luar biasa serta kebesaran Allah yang maha pengasih," katanya lagi.

Tangisan dalam perjalanan spiritual ini juga terjadi bila mendengar tentang kisah kehidupan Nabi Muhammad atau mendengar tentang kebaikan yang dilakukan orang, katanya.

"Namun air mata ini berbeda dari air mata istimewa yang mengalir di Padang Arafah, air mata yang sangat berarti bagi saya. Inilah apa yang dilakukan Tuhan menggerakkan hati manusia."

*Foto: Alan Rooney ketika menunaikan ibadah haji 2016.


loading...