Pusat Fatwa Mesir Ikut Menyerang Turki, Menyebut Penaklukan Konstantinopel Sebagai Penjajahan


Pusat Fatwa Mesir (Darul Ifta’) melalui akun Facebooknya turut serta menyerang Turki. Di antaranya dengan menyebut penaklukkan Khilafah Utsmaniyyah atas Hagia Sofia Konstantinopel sebagai penjajahan.

"Hagia Shofia awalnya dibangun untuk gereja di masa Bizantium tahun 537 M. Selama 916 tahun tetap berfungsi menjadi gereja. Hingga pasukan Utsmani menjajah Istanbul (Konstantinopel) tahun 1453 M, mereka mengubah Hagia Shafia menjadi masjid."

Suatu hari, boleh jadi Dari Fatwa Mesir ini membawakan bahwa penaklukan Amru bin Ash atas Mesir sebagai penjajahan. Suara ini marak disampaikan Kristen Koptik dan AsSisi sendiri.

Suatu hari, ulama Sultan ini pun akan membawakan Fatwa bahwa pengusiran Bani Nadhir dan Bani Quraizhah oleh Rasulullah sebagai pelanggaran HAM.

Mari terus waspada.

(Dr. Nandang Burhanuddin)

___
*NB: Baru-baru ini Yiunani protes keras terhadap pembacaan kitab suci Alquran di Hagia Sophia (Ayasofya), sebuah museum yang dulunya adalah gereja dan kemudian dikonversi menjadi masjid.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan sikap ketidaksenangan Yunani menggambarkan situasi "psikologi intolerannya". Yunani dinilai tidak berkaca pada diri sendiri atas kondisi toleransi dan kehidupan beragama di sana.

"Fakta bahwa Yunani, satu-satunya negara Eropa yang tersisa tanpa masjid di ibu kotanya, terganggu oleh pembacaan Alquran di Hagia Sophia adalah contoh yang menggambarkan psikologi intoleransi negara ini, terutama pada saat ketika panggilan untuk shalat dapat didengar dari menara di Eropa dan pentingnya prinsip saling menghormati semakin dihargai," kata pernyataan kemenlu Turki.
Pusat Fatwa Mesir melalui akun Facebooknya turut serta menyerang Turki. Di antaranya dengan menyebut penaklukkan...
Dikirim oleh Nandang BUrhanudin pada Minggu, 07 Juni 2020
loading...