Pramono Edhie Wibowo, Putra Pejuang Penumpas PKI


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kabar duka kembali datang dari Cikeas. Kali ini adik ipar Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo tutup usia, Sabtu, 13 Juni 2020, dalam usia 65 tahun.

Adik kandung (almarhumah) Ani Yudhoyono ini menghembuskan nafas terakhir, di Rumah Sakit Cimacan, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat karena serangan jantung.

Jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu disemayamkan di kediaman keluarga besar SBY, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 14 Juni 2020.

Putra Jenderal Penumpas PKI

Pramono Edhie Wibowo merupakan pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955. Dia adalah putra dari Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang juga merupakan tokoh militer Indonesia.

Sarwo Edhie berperan besar dalam penumpasan pemberontakan Gerakan 30 September PKI, karena saat itu, posisinya sebagai Panglima Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau sekarang Kopassus.

Karir militer Pramono Edhie banyak dihabiskan di Kopassus sama seperti ayahnya Sarwo Edhie Wibowo. Dia mengawali karir sebagai Komandan Peleton Grup I Kopassandha (1980), tahun 1995 dia dipercaya menjadi Komandan Grup I/Kopassus .

Karirnya pun semakin gemilang setelah masa reformasi. Berbagai jabatan strategis pernah dia duduki. Diantaranya Wakil Danjen Kopassus pada 2005, Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro pada tahun 2007, dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD pada tahun 2008 hingga tahun 2009. Dia juga pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dan Panglima Kostrad(Pangkostrad) pada tahun 2010.

Pada tahun 2011, Pramono dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal TNI George Toisutta. Inilah puncak karier Pramono Edhie sebelum akhirnya pensiun secara resmi dari militer pada Mei 2013.[]

Baca juga :