Pendukung Jokowi Gus Nadir: Ngurus Negara Saat Krisis Kok Amatiran Gini Sih, Duh Gustiiii...


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mau dibantah apapun oleh Istana maupun para Buzzer... penanganan wabah corona oleh pemerintah pusat memang kacau. Antar pejabat sering silang pendapat. Satu kebijakan kerap dianulir. Mudik boleh atau mudik dilarang saja ributnya berlarut-larut. Mudik dilarang, tapi moda transportasi sekarang dibolehkan.

Terbaru pengakuan mengejutkan dari Jubir Corona yang mengatakan "Gugus Tugas Covid-19 Tak Dilibatkan Bikin Kajian Buka Mal hingga Sekolah".

Hal ini sontak makin menambah kacaunya penanganan wabah.

Bahkan pendukung Jokowi seperti Gus Nadir sampai tak tahan dengan kondisi ini...

"Koordinasi yg kacau balau. Bentar lagi akan ada saling bantah dan revisi. Di lapangan aparat kebingungan. Pemda jg pusing ngikutinnya.Ngurus negara saat krisis kok amatiran gini sih. Duh Gustiiii 🙏😰," ujar Nadirsyah Hosen atau yang biasa disapa Gus Nadir di akun twitternya, Sabtu (9/5/2020).

Diberitakan Kompas, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak dilibatkan dalam pembuatan kajian awal pembukaan fasilitas publik untuk pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.

Berikut isi kajian awal Kemenko Perekonomian tersebut:

1. Fase pertama, yang dilakukan pada 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.

2. Fase kedua yakni pada 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali.

3. Fase ketiga, 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

4. Fase keempat, 6 Juli 2020, difokuskan pada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas, seperti restoran hingga tempat ibadah.

5. Fase kelima, 20 Juli dan 27 Juli 2020, evaluasi fase keempat dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.
loading...