Media Asing Sejajarkan Anies Baswedan dengan Gubernur New York Dalam Penanganan Covid-19


[PORTAL-ISLAM.ID]  Media asing The Sydney Morning Herald (SMH) mensejajarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam penanganan pandemi covid-19.

"The US-educated Anies resembles New York Governor Andrew Cuomo: both men have acted rapidly to contain the virus, both have had to contend with presidents who have acted with less urgency, and both have won praise for their work trying to save lives in densely populated cities. Jakarta has a population of about 10 million, while New York City has 8.3 million."

"Anies yang berpendidikan AS (S2 dan S3) menyerupai Gubernur New York Andrew Cuomo: kedua pria itu bertindak cepat untuk mengendalikan virus, keduanya harus berhadapan dengan para presiden yang telah bertindak dengan urgensi yang lebih rendah, dan keduanya telah memenangkan pujian untuk pekerjaan mereka mencoba menyelamatkan hidup di kota-kota padat penduduk. Jakarta memiliki populasi sekitar 10 juta, sementara New York City memiliki 8,3 juta," demikian tulis The Sydney Morning Herald dalam artikelnya yang terbit pada Kamis, 7 Mei 2020.

"Pemerintah provinsi Jakarta mulai memantau dan melacak kasus-kasus potensial coronavirus pada Januari, lebih dari sebulan sebelum Indonesia terlambat melaporkan kasus infeksi pertamanya pada 2 Maret," lanjut The Sydney Morning Herald.

Dalam sebuah wawancara dengan The Sydney Morning Herald dan The Age, Anies mengungkapkan bahwa pada 6 Januari, setelah mendengar tentang kasus pertama virus baru di Wuhan, "kami sudah mulai mengadakan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta, memberi tahu mereka tentang apa yang pada waktu itu kami menyebutnya 'pneumonia Wuhan' - belum ada istilah COVID," kata Anies.

Saat itu, nomor hotline juga langsung dibuat untuk 190 rumah sakit di Jakarta untuk menerima panggilan dalam kasus yang dicurigai.

Gubernur juga menyatakan frustrasi dengan pemerintah pusat - dan khususnya dengan Kementerian Kesehatan - karena kurangnya transparansi saat awal penanganan wabah corona.

"Dari pihak kami, bersikap transparan dan memberi tahu [orang] apa yang harus dilakukan, langkah itu untuk memberikan rasa aman. Tetapi Kementerian Kesehatan merasakan sebaliknya, bahwa transparansi akan membuat panik. Itu bukan pandangan kami," tutur Anies, dikutip dari artikel The Sydney Morning Herald.

Sementara Indonesia sekarang melaporkan angka-angka virus korona setiap hari, Anies membantah pandangan optimis pemerintah pusat bahwa negara ini telah melalui yang terburuk.

Anies Baswedan, Gubernur ibu kota Indonesia, telah membantah klaim pemerintah pusat dan menyatakan jumlah kasus "jauh lebih tinggi" daripada yang ditunjukkan oleh angka resmi. Tulis artikel itu.

Sumber: SMH

loading...