Khofifah Sebut Pemkot Surabaya Lambat Tangani Corona Klaster PT Sampoerna, Total 65 Positif Covid-19


[PORTAL-ISLAM.ID]  Surabaya - Pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut 2 Surabaya berpotensi menjadi klaster terbesar penyumbang pasien positif Corona di Jawa Timur. Pemkot Surabaya dinilai lambat menangani hal tersebut.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada respons yang lambat terkait penanganan awal risiko penularan COVID-19 di pabrik tersebut. Padahal sejak 14 April 2020, pihak perusahaan telah melapor ke Dinkes Surabaya.

"Ini agak terlambat responnya. Tanggal 14 April sudah dilaporkan ke Dinkes Surabaya. Mungkin entah karena tidak detail laporannya, jadi tidak langsung ditindaklanjuti," kata Khofifah di Grahadi, Sabtu (2/5/2020).

Khofifah sendiri baru mengetahui kabar tersebut pada Kamis (28/4) sore lalu. Setelah tahu kabar tersebut, Khofifah langsung meminta Ketua Rumpun Kuratif, dr Joni serta Ketua Rumpun Tracing, dr Kohar untuk mencari tahu informasi lebih dalam agar memudahkan proses penanganan serta tracing.

"Pabrik itu ternyata sudah tidak berproduksi pada 26 April. Saya meminta dokter Kohar berkoordinasi secara intensif melakukan tracing bersama dokter Joni," kata Khofifah.

"Kalau informasinya detail, saya rasa (Pemkot Surabaya) pasti melakukan quick response. Jadi hal seperti ini, saya ingin sampaikan, kecepatan merespon, kecepatan memberikan layanan, itu sangat penting." imbuhnya.

Menurut Mantan Mensos RI ini, kecepatan respons dan kecepatan layanan juga bisa memberikan layanan terbaik dan turut menentukan tingkat kesembuhan pasien terjangkit virus Corona.

"Jadi kecepatan layanan itu penting. Oleh karena itu mungkin di antara kita semua kalau kemudian ada yang tahu tanda-tanda klinis tertentu, bantu komunikasikan supaya bisa segerakan diri mendapat layanan," terangnya.

Terus Bertambah, Total 65 Positif Corona Klaster Sampoerna

Dari tes swab terhadap 100 karyawan yang sudah diisolasi. Hasilnya, 65 di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Tes gelombang pertama terhadap 46 karyawan, hasilnya 34 positif.

Tes gelombang kedua terhadap 54 karyawan, hasilnya 29 positif.

"Tes swab tahap kedua, tadi malam, kira-kita tengah malam kami dapat hasil lagi 29 yang positif," Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (3/5/2020).

Sehingga total karyawan yang positif sebanyak 65, dimana 2 orang sebelumnya meninggal positif covid-19.

Kini pihaknya pun terus berkoordinasi agar para karyawan tersebut bisa segera dirawat intensif di rumah sakit. Sebab sejauh ini baru 25 yang dirujuk. Sementara sisanya masih berada di tempatkan di salah satu hotel di Surabaya

"Tentunya mereka membutuhkan perawatan rumah sakit. Karena kemarin baru 25 yang dirujuk ke RS, sebagian di antaranya masih ada di ruang observasi, di salah satu hotel yang ada di Surabaya," katanya.

Tak hanya itu, Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim juga telah penelusuran ke pondokan-pondokan tempat tinggal para pegawai Sampoerna yang positif tersebut.

"Sudah mentracing di mana pondokan-pondokan karyawan itu, para tetangga terdekat juga ditracing, sudah mulai dilakukan," ujarnya.

Klaster penularan Covid-19 di PT HM Sampoerna Tbk, Rungkut Surabaya, bermula dari dua orang karyawan yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Mereka sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kemudian nyawa keduanya tak terselamatkan.

Penelusuran orang-orang yang ditengarai memiliki kontak erat dengan dua karyawan itu pun dilakukan. Sebanyak 500-an pekerja di pabrik itu menjalani rapid test, 100 di antaranya rapid tesnya menunjukkan hasil reaktif, mereka kemudian melakukan tes swab PCR dan diobservasi.

Sumber: detik, CNN

[Liputan tvOne]
loading...